Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Komplotan Ini Berbekal Stempel dan Cap Palsu Larikan 9 Mobil Mewah dari Leasing

Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus penggelapan sembilan mobil mewah yang melibatkan tiga orang pemuda.

Tayang:
Penulis: muh radlis | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/muh radlis
Kombes Pol Burhanudin gelar perkara pengungkapan komplotan pemalsuan dokumen negara untuk ajukan kredit mobil mewah di leasing di Kota Semarang, Selasa 15 Desember 2015 

Di buku tersebut, tertera nama beberapa nama sesuai KTP palsu yang digunakan ajukan kredit beberapa mobil mewah yang sebenarnya itu adalah Slamet.

"Ini mereka siapkan buku khusus agar mereka tahu catatan pengajuan kredit mobil di perusahaan leasing mana. Agar tidak terjadi pengajuan ganda," kata Sugiarto.

Sugiarto mengatakan, pengajuan kredit mobil ke perusahaan leasing ini menggunakan jaminan berkas seperti SIUP, STP, dan surat dokumen lainnya yang sudah dipalsukan sebelumnya.

"Jadi pihak leasing mengira itu berkasnya asli. Memang terlihat asli lengkap dengan stempel, namun berkas itu semuanya palsu," katanya.

Kesal pelaku tidak mau jawab

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin, kesal setelah mendengar Amin (36) yang dicecar pertanyaan oleh awak media saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (15/12).

Amin merupakan satu di antara tiga pelaku pemalsuan dokumen negara seperti KTP, KK, SIUP, STDP dan Ijazah. Amin bertugas membuat dokumen palsu yang nantinya akan digunakan untuk mengajukan permohonan kredit mobil di perusahaan leasing.

Amin yang ditanya awak media soal cara memalsukan berbagai macam dokumen itu menolak menjawab pertanyaan wartawan. "Saya punya hak untuk tidak menjawab pertanyaan kalian," kata Amin.

Jawaban ini sontak membuat Kombes Pol Burhanudin kesal. "Kamu ini sudah salah masih saja belagu. Tinggal jawab saja susah," kata Burhanudin.

Tak ada satupun pertanyaan awak media yang dijawab Amin. Namun ketika ditanya oleh Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, Amin pun menjawab namun dengan nada pelan.

"Kamu yang buat ini semua (KTP, KK, SIUP, Ijazah dan STDP palsu). Ini stempel kampus juga kamu buat," tanya Sugiarto. "Iya pak, tapi SIM dan kartu ATM itu semuanya asli," kata Amin.

Sugiarto menuturkan, modus yang dilakukan para pelaku yakni dengan cara membuat dokumen palsu untuk mengajukan kredit mobil ke perusahaan leasing.

Mobil yang diajukan pun terbilang kelas menengah ke atas seperti Honda Jazz, Toyota Yaris, Nissan Grand Livina, hingga Pajero Sport Dakkar.

Berbekal KTP yang berbeda beda dan STDP dan SIUP usaha palsu, mereka berhasil mengelabuhi beberapa perusahaan leasing di Kota Semarang.

Mobil yang sudah dikeluarkan oleh leasing ini kemudian dijual atau digadaikan oleh pelaku.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved