Opini
Memaksimalkan Potensi Wisata Jateng
Menariknya lagi, berbagai potensi itu tidah menyatu di suatu daerah tertentu, tetapi menyebar di hampir setiap kabupaten.
Menurut penuturan Sunarto, juru kunci makam, RMP. Sosrokartono adalah pahlawan perintis kemerdekaan Republik Indonesia (RI), guru sepiritual Ir. Soekarno (Presiden Indonesia pertama), dan menguasai lebih dari 20 bahasa asing dan 10 bahasa lokal di Indonesia.
Ini sekadar contoh kecil, karena banyak lagi kisah-kisah tokoh di berbagai kabupaten yang bisa digali kemudian dirumuskan menjadi paket wisata tematik. Dalam pada ini, gagasan membentuk kemitraan antara beberapa kabupaten demi kemajuan sektor pariwisata seperti Pakudjmebara (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, dan Blora), dan lain sebagainya, harus ditumbuhkan.
Harus disadari, menumbuhkan, mengelola, dan memajukan sektor pariwisata bukan hal yang ringan (mudah). Akan tetapi jika dilakukan secara bersama-sama, maka beban yang tidak ringan itu, tentu tidak lagi menjadi berat.
Pelibatan masyarakat kiranya menjadi penting untuk ikut memajukan sektor wisata di Jawa Tengah ini, dengan menanamkan pemahaman bahwa dengan ikut menjaga dan melestarikan obyek wisata yang ada di sekitarnya, sebenarnya membuka peluang usaha kreatif bagi dirinya sendiri, baik dengan membuat cinderamata, kuliner, dan kegiatan lainnya.
Tetapi lepas dari semuanya, infrastruktur bagi pengembangan wisata memang tidak bisa diabaikan, bahkan ini adalah salah satu yang terpenting. Nah, dalam konteks Jawa Tengah, jika gubernur sendiri sudah memiliki komitmen 2016 sebagai Tahun Infrastruktur Pariwisata, mestinya menjadi angin segar yang mesti disambut gembira, khususnya instansi terkait dan para pelaku usaha di bidang pariwisata. (*)
Rosidi, Staf Humas Universitas Muria Kudus (UMK) dan bergiat di Komunitas Pojok Sawa (Kompos) Kudus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/karimunjawa-wisata-jateng_20160202_193433.jpg)