Mantan Kepala Sekolah SLB Dirikan Pusat Pelatihan Anak Berkebutuhan Khusus di Semarang
Mantan kepala sekolah SLB Negeri Semarang, Ciptono, mendirikan pusat pelatihan untuk anak berkebutuhan khusus Jl Sendang Utara 3 No 15 Gemah
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan kepala sekolah SLB Negeri Semarang, Ciptono mendirikan pusat pelatihan untuk anak berkebutuhan khusus Jl Sendang Utara 3 No 15 Gemah, Pedurungan. Dalam launching pusat pelatihannya di aula SMAN 2 Semarang, Senin (21/3/2016).
"Niatan saya mendirikan sebuah pelatihan ini adalah untuk memberi bekal anak berkebutuhan khusus untuk bisa hidup mandiri banyak kegiatan yang diberikan seperti berkesenian, hingga membuat baju batik, seperti batik ciprat yang saya kenakan ini," terang Ciptono kepada Tribun Jateng.
Ia menjelaskan anak-anak berkebutuhan khusus yang lulus dari SLB atau tidak diterima SLB bisa mendaftar ke tempatnya. Ia akan mewadahi dan memberikan bekal.
"Anak berkebutuhan khusus, bukan ciptaan Tuhan yang gagal, Tuhan tidak pernah gagal, mereka punya kelebihan sendiri, kita tidak perlu mengasihani hanya perlu diberi kesepatan," terangnya.
Dalam launching itu juga ditampilkan keterampilan anak didiknya yang memainkan organ tunggal lengkap dengan penyanyinya. Ada juga aksi menggambar karikatur, pembuatan aksesoris, hingga batik, yang dilakukan oleh anak berkebutuhan khusus.
Siswa-siswi yang bisa bergabung ke pusat pelatihan anak berkebutuhan khusu adalah penderita tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, hingga anak autis dan hiperaktif. Ciptono sudah sepuluh tahun menjadi kepala sekolah di SLB Negeri Semarang, selama itu ia mengajak dan mendidik anak-anak untuk berkarya. Karya-karya mereka telah mampu menginspirasi banyak orang dan telah 15 kali mencatatkan diri dalam rekor Muri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kebutuhan-khusus_20160321_144020.jpg)