Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wanita Cantik Ini Rutin Hanging Leg Raises Demi Jaga Perut Tetap Rata

Menjaga perut rata juga dilakukan Dewi Farren.

Tayang:
tribunjateng/hermawan handaka
Dewi Farren 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Slogan iklan sebuah minuman suplement "Krempeng... mana keren" mengilhami Ryan Santoso membentuk badan agar atletis. Dua tahun terakhir, Ryan rutin fitnes di pusat kebugaran di Jalan Majapahit, Kota Semarang.

"Sebenarnya, meratakan perut itu lebih mudah dibanding membentuk badan. Tapi memang harus konsisten," ungkap Ryan saat ditemui di satu pusat kebugaran.

Konsultan bisnis perusahaan jasa ini mengungkapkan, gaya hidup saat ini menuntut penampilan sempurna. Itu sebabnya, dia berusaha membentuk tubuh menjadi lebih kekar dan perut sixpack.

Berat badan Ryan pernah mencapai 90 Kg. Angka itu jelas tak ideal bagi dia yang memiliki tinggi badan 170 sentimeter. Itu sebabnya, dia mendaftarkan diri ke pusat kebugaran dan mencari instruktur pribadi yang membantu membuatkan program dan mendampingi selama latihan dilakukan.

Hasilnya, berat badan pria 28 tahun ini mencapai ideal. "Tubuh saya terasa ringan, tidak gampang sakit intinya sehat nomor satu macho itu bonusnya," terangnya.

Menjaga perut rata juga dilakukan Dewi Farren. Wiraswasta ini rutin berlatih di pusat kebugaran untuk menjaga bentuk tubuh tetap ideal. Beberapa latihan yang dilakukan, di antaranya, berfungsi membuat perut rata.

"Biasanya, aku melakukan set to set dan twister untuk mengecilkan perut samping. Sementara, untuk mengecilkan perut bagian bawah, aku melakukan hanging leg raises dan untuk perut bagian atas, set up," jelas wanita berambut panjang ini.

Dewi menjelaskan, set to set dilakukan menggunakan bantuan barbel. Sementara twister, dilakukan di atas alat putar yang memudahkan gerakan perut ke samping kanan dan kiri.

Dewi pun secara mudah memeragakan hanging leg raises. Dia secara mudah mengangkat kedua kaki ke arah dada sambil bertumpu pada kedua tangan yang bergelayut di alat fitnes.

"Harus rutin agar perut rata tetap terjaga," ujarnya.

Hal berbeda diyakini Nur Hikmah. Wanita asal Pekalongan ini tak lagi menganggap perut rata hal utama setelah gagal menjalani diet. Tak hanya itu, guru Sekolah Dasar (SD) ini juga pernah mencoba membungkus perut menggunakan plastik seperti tayangan video di YouTube yang diberi keterangan dapat membantu mengecilkan perut buncit dan menjadikan rata.

"Saya lihat, perut dibungkus plastik dan ini dilakukan saat tidur. Ternyata, cara ini juga tak membuahkan hasil. Ya sudah, akhirnya berpikir, gemuk tidak apa-apa yang penting sehat," terang Hikmah.

Dokter di Apotek Viva Generik Supriyadi, Dr Milchatun Ni'ma, menjelaskan, penumpukan lemak di perut bisa menimbulkan perut buncit atau obesitas perut.

"Obesitas tidak boleh diabaikan karena dapat memicu masalah kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan payudara," paparnya. (dni/her)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved