Gebyok Jadi Pemisah Ruangan di Rumah Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho
Gebyok Jadi Pemisah Ruangan di Rumah Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho
Penulis: hesty imaniar | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM -Tak ingin suasana rumah formal, Agung menghilangkan dinding pemisah antar ruang. Sebagai ganti, dia menggunakan gebyok ukiran dari Jepara.
Tak tanggung-tanggung, dia memasang penyekat yang identik dengan rumah Jawa ini di hampir semua ruang. Di antaranya, kamar tidur, ruang makan, dapur dan ruang keluarga.
"Prinsipnya, saya tak mau ada sekat di rumah ini. Akhirnya, saya pilih gebyok sebagai pemisah ruangan," jelas Agung.
Gebyok setinggi tiga meter dan panjang tujuh meter berwarna cokelat tua membentang kokoh di antara ruang yang dipisahkan. Tentu saja, suasana tradisional di rumah yang dibangun semakin kental.
"Di dekat gebyok saya tempatkan kursi yang terbuat dari kayu, untuk memperkuat keberadaan gebyok," katanya.
Agung pun tak perlu pusing memilih atau memasang hiasan dinding. Menurut Agung, ukiran pada gebyok mampu menjadi pemanis ruangan. "Perawatan gebyok asal Jepara ini mudah, cukup dilap seperti perabot kayu," katanya.

Hindari Penggunaan Aksesoris Dinding
Bata ekspose butuh perawatan khusus. Owner D2a Creative Works, Yusita Sari Putri Wibawati, memberi tips langkah-langkah tepat memerlakukan bata ekspose agar awet dan tetap terjaga.
1. Lapisi bata ekspose menggunakan pelapis antijamur secara berkala agar awet.
2. Finishing bisa dilakukan menggunakan cat untuk mengurangi kelembapan. Namun, cara ini dapat menghilangkan warna natural bata ekspose. Yang terlihat hanya tekstur.
3. Hindari penggunaan asam untuk membersihkan batu bata ekspose.
4. Hindari penggunaan aksesoris pada sisi dinding bata ekspose.
5. Lakukan pengecekan berkala apakah ada bagian yang retak atau berlubang. (tribunjateng/hesty imaniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gebyok-jadi-pemisah-ruangan-di-rumah-manajer-teknik-psis-setyo-agung-nugroho_20160424_123938.jpg)