Menguak Misteri 'Batu Ajaib' Dukun Cilik Ponari yang Dulu sempat Menghebohkan
Menurut Ponari, batu ajaib itu ditunggu dua makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani.
TRIBUNJATENG.COM - Apa sebenarnya batu ajaib milik Ponari, dukun cilik asal Megaluh, Jombang, yang aksinya mencengangkan Jawa Timur itu?
Menurut Ponari, batu ajaib itu ditunggu dua makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani. Dua makhluk gaib itulah yang selama ini memberikan amanat kepada Ponari untuk menolong orang sakit melalui batu yang ditemukan pertengahan Januari lalu.
Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya ketika itu mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya.
Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.
Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja.

Ponari saat tampil di acara Hitam-Putih Januari 2016. (capture youtube)
Pasien pertama
Siapa "pasien" pertama Muhammad Ponari? Bocah yang namanya melejit bak artis itu pertama kali menyembuhkan tetangga yang muntah dan sakit panas.
Mendengar cerita Ponari tentang penemuan batu ajaib itu, Kasim, sang ayah, menganggap anaknya hanya membual. Bahkan, neneknya, Mbok Legi, membuang batu tersebut di rumpun bambu. Namun, aneh, ketika sang nenek kembali ke rumah, batu itu sudah berada di tempat semula. Padahal, lokasi rumpun bambu itu berjarak sekitar 100 meter dari rumah.
Beberapa hari kemudian, tetangga mereka mengalami sakit panas dan muntah-muntah. Tanpa ada yang meminta, Ponari membawa batu ajaib dan memasukkannya ke segelas air putih, kemudian diminumkan kepada tetangga yang sakit.
Ajaib, beberapa jam kemudian, tetangga tadi sembuh total. Bermula dari sinilah, kemudian kabar cepat beredar dari mulut ke mulut, dan akhirnya setiap hari rumah keluarga Ponari didatangi ribuan pengunjung.
Hasil penelitian
Namun, misteri dibalik Batu Petir yang di temukan oleh dukun Cilik perlahan-lahan mulai terungkap. Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dalam penelitiannya di laboratorium Molekuler dan Mikroskopik di Surabaya menemukan suatu struktur air rendaman batu petir milik Ponari berbeda dengan air yang tidak direndam oleh batu petir.
Sistem penelitian ini digunakan dengan cara membandingkan air rendaman batu petir milik Ponari yang di bandingkan dengan air yang tidak direndam dengan batu petir, serta meneliti air sebelum direndam dengan batu petir dan air setelah direndam batu petir.
Hasil yang ditemukan sangat mengejutkan, air hasil rendaman batu petir ternyata mengandung butiran-butiran kristal dengan ukuran 1,7 Micron - 1,8 Micron sedangkan air yang tiodak direndam batu petir ponari tidak ditemukan kristal sama sekali, kristal-kristal inilah yang diperkirakan dapat menyembuhkan penyakit, tetapi Dinas Kesehatan JATIM belum dapat memastikan apakah kristal ini yang menjadi faktor penyembuhan atau masih ada faktor-faktor lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/batu-ponari_20160428_203935.jpg)