Kisah Ironis Aris dan Arif, Duo Kembar Guru Ngaji dan Vokalis yang 'Menggilir' Siswi SMP
Lalu, Arif mencoba meremas dada korban yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 2 itu.
Curiga akan hal itu, firman, kakak korban pun mencoba mengecek ponsel adiknya. Saat itulah baru diketahui ada chat yang tak seronoh dari seorang pria. Diketahui pria itu merupakan Pelaku Aris.
"Kaka korban menyimpan screenshoot. Korban diinterogasi. Awalnya enggak ngaku. Akhirnya orang tua korban SA melapor ke kami (polisi- Red). Kalau dari keterangan saksi ini korban itu sering tidurnya malam," ungkapnya.
Pada awalnya, korban dan pelaku pun tidak mengakui perbuatan tersebut.
Namun dalam hasil visum, terdapat robekan dalam kelamin korban. Pengakuan terhadap orang tua, korban hanya dipegang-pegang saja.
"Pas ditunjukan hasil visum mereka baru pada ngaku. Pelaku iming-imingin cuma kata-kata manis aja. pelaku ditangkep yang satu (Arif) di halim yang satu (Aris) menyerahkan diri" ucapnya.
Kini, akibat perbuatannya kedua pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Mampang Prapatan.
Kedua pelaku dijerat dengan pasal yang berbeda.
Saat ini proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk melengkapi pemberkasaan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (Wartakota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan_20160510_191847.jpg)