Sabotase Jalur KA
Petugas Dengar Suara-suara Memprovokasi dari Sekitar Lokasi
Bahkan saat dikejar mereka juga sempat melempari petugas dangan batu sambil melarikan diri masuk kebun
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: muslimah
Sepekan sebelum memasuki angkutan lebaran, jalur kereta api (KA) lintas tengah di wilayah Kabupaten Brebes mendapat gangguan keamanan.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Surono mengatakan, gangguan keamanan berupa pengganjalan rel dengan batu terjadi di wilayah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jumat (17/6) malam.
"Batu- batu tersebut sengaja dipasang di rel tepat pada wesel pemindah jalur KA stasiun Patuguran," kata Surono, Sabtu (18/6/2016).
Dalam kejadian tersebut, kata dia, total ada 3 titik wesel di stasiun Patuguran yang diganjal batu.
"Pengganjalan rel dengan batu ini sangat membahayakan perjalanan KA karena mengakibatkan wesel tidak berfungsi. Akibatnya kereta api bisa anjlog atau bahkan terguling," jelasnya.
Surono membeberkan, pengganjalan wesel tersebut diketahui oleh Ferry Rahman Hakim petugas Pengatur Perjalanan KA stasiun Patuguran sekitar pukul 21.00 malam itu.
Hal itu terdeteksi setelah perangkat pemindah jalur gagal digerakan. Kemudian dia memerintahkan security stasiun Patuguran untuk memeriksa ke lokasi wesel yang berjarak 1 kilometer dari stasiun.
"Dilokasi security menemukan 3 wesel masing- masing wesel 23a, 23b, dan 13b diganjal batu," bebernya.
Sehingga total ditemukan 7 buah batu yang digunakan untuk mengganjal wesel-wesel tersebut.
"Lokasi wesel memang cukup jauh dari stasiun sekitar 1 kilometer, posisinya juga ditikungan jadi tidak terlihat langsung oleh petugas di stasiun saat ada aktifitas pengganjalan," paparnya.
Pengganjalan batu di jalur kereta api di Paguyangan tersebut diduga sengaja dilakukan para pelaku untuk mengganggu perjalanan dan keselamatan kereta api.
"Diduga ada unsur sabotase," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Surono.
Menurut dia, hal ini berdasarkan indikasi dilakukan oleh beberapa orang dalam waktu berulang.
"Mereka juga kelihatannya sudah merencanakan. Terlihat dari batu cukup besar yang tidak ada di sekitar lokasi. Kemungkinan batu tersebut sengaja dibawa dari tempat lain," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kereta-api_20160618_153311.jpg)