Breaking News:

Mudik Lebaran 2016

Tepergok Mengganjal Wesel Rel Kereta Api Pakai Batu, Empat Bocah Ditangkap

Tepergok Mengganjal Wesel Rel Kereta Api Pakai Batu, Empat Bocah Ditangkap

Penulis: fajar eko nugroho
Editor: iswidodo
Tepergok Mengganjal Wesel Rel Kereta Api Pakai Batu, Empat Bocah Ditangkap
tribunjateng/dok
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Jalur KA di stasiun Ijo mendapat gangguan keamanan berupa pengganjalan batu oleh sekelompok anak. Sehingga perangkat pemindah jalur KA tersebut tidak bisa difungsikan. Peristiwa ini terjadi Kamis (30/6) siang sekitar pukul 11.40 WIB.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan, saat itu Fanani petugas Pengatur Perjalanan KA stasiun Ijo hendak memasukkan kereta api Pasundan jurusan Kiaracondong- Surabaya gubeng ke jalur 2. "Kereta api ini harus bersilang dengan KA Argo Lawu Lebaran jurusan Solo- Gambir di stasiun Ijo," kata Surono.

Menurut dia, ketika akan mengubah arah jalur ke jalur 2, ternyata perangkat pemindah jalur tidak bisa berfungsi. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas keamanan stasiun ke lokasi wesel nomor 1811 ternyata diganjal dengan batu.

"Di lokasi tersebut petugas keamanan juga mendapatkan 4 anak yang mengaku melakukan pengganjalan tersebut," jelasnya.

Adapun ke empat anak yang masing- masing berinisial A, BS, GBP dan MF beralamat di Desa Bumi Agung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen tersebut kemudian diamankan petugas.

"Peristiwa gangguan jalur KA ini langsung dilaporkan ke Polsek Rowokele untuk proses dan penanganan lebih lanjut," imbuhnya.

Surono menegaskan, pengganjalan wesel dengan batu sangat membahayakan perjalanan KA. Selain perangkat pemindah jalur KA menjadi tidak berfungsi, hal ini bisa mengakibatkan kereta api anjlok atau bahkan terguling saat melalui wesel yang terganggu.

Pelaku pengganjalan wesel dapat dituntut hukuman penjara maksimal 3 bulan atau denda maksimal lima belas juta rupiah. Hal ini diatur dalam pasal 199 UU no.23 tahun 2007 Tentang Perkeretaapian.

Bahkan jika hal itu sampai menimbulkan kecelakaan dan menyebabkan jatuhnya korban manusia, hukumannya bisa mencapai maksimal 15 tahun penjara.

"Kami menghimbau agar para orang tua mengawasi anak- anaknya agar tidak bermain di area jalur rel," tegasnya. Karena selain membahayakan keselamatan mereka, area Ruang Manfaat Jalur (Rumaja) adalah area tertutup untuk umum. Hal ini diatur dalam Undang- undang 23/2007. "Seseorang yang berada atau memasuki area ini sudah bisa dituntut hukuman pidana," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved