Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Vaksin Palsu, Peredaran dan Seluk Beluk Kandungan serta Efek Sampingnya

Vaksin Palsu, Peredaran dan Seluk Beluk Kandungan serta Efek Sampingnya

Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/GRAFIS/ILHAM
BAHAYA VAKSIN PALSU BAGI KESEHATAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan Polri terus menyidik kasus vaksin palsu. Namun Polri tidak ingin penyidikan tersebut menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Kasusnya masih ditangani, kami lakukan penindakan dan jangan sampai menimbulkan kegaduhan di masyarakat," katanya di Gedung Perguruan Tinggi/Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK/STIK), Jakarta Selatan, Kamis siang.

Tito menambahkan soal jumlah rumah sakit yang menerima vaksin palsu, penyidik Bareskrim akan mengusut sampai tuntas. Tujuan lain pengusutan itu adalah untuk mengetahui bagaimana vaksin‑vaksin palsu itu bisa masuk ke rumah sakit dan siapa pelakunya atau yang bertanggung jawab apakah korporasi atau perorangan.

Data terkait vaksin palsu dibuka ke publik secara terang-terangan, baik produsen maupun isi kandungan dalam kemasan tersebut.

Empat Vaksin Palsu

1. Vaksin Tripaceal
Produsen: PT Sanofi Pasteur.
Asal sampel: RSIA Mutiara Bunda Jalan H Mencong, Ciledug.
Isi kandungan: Na dan Cl serta Vaksin Hepatitis B.
Kandungan seharusnya: Toksoid Difteri, Toksoid Tetanus dan vaksin Hepatitis B.

2. Serum Anti Tetanus
Produsen: PT Bio Farma
Asal sampel: RS Bhineka Husada, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan
Isi kandungan: Na dan Cl
Kandungan seharusnya: Serum anti-tetanus

3. Vaksin Tripacel
Produsen: PT Sanofi Pasteur
Asal sampel: Klinik Tridaya Medica, Jalan Tridaya Indah I blok A1 Tambun, Bekasi
Isi kandungan: Antigen Pertusis
Kandungan seharusnya: Toksoid Difteri, Toksoid Tetanus dan vaksin Hepatitis B

4. Vaksin Pediacel
Produsen: PT Sanofi Pasteur
Asal sampel: Apotek/Klinik Rahiem Farma, Jalan Dermaga Raya 129 Klender Jakarta Timur.
Isi kandungan: Toksoid Difteri, Toksoid Tetanus, Vaksin Acellular Pertusis, Vaksin Polio (IPV)
Kandungan seharusnya: Hepatitis B

Libatkan Bidan hingga Dokter
==========================

16 Juni 2016
Polisi menangkap Juanda penjual vaksin palsu di dua toko miliknya, Azka Medical dan Bumi Sani Permai dan menggeledah rumahnya di Tambun, Bekasi.
Toko obat milik Juanda tak miliki izin pengederan vaksin

21 Juni 2016
Polisi menggeledah enam lokasi : Apotek Rakyat Ibnu Sina, rumah di Jl Manunggal Sari, rumah di Jl Lampiri Jatibening, rumah di Puri Hijau Bintaro, rumah di Jl Serma Hasyim Bekasi Timur, dan rumah di Kemang Regency.
Polisi menangkap 9 pelaku (5 produsen, 2 kurir, 1 pencetak label, 1 penjual)
2 pelaku pasutri merupakan otak pembuatan vaksin palsu, di Kemang Regency

Barang bukti : 195 saset vaksin hepatitis B, 21 botol vaksin polio, 55 vaksin antisnake,

23 Juni 2016
Penyidik menangkap tiga orang tersangka lagi di Subang, Jabar sebagai pembeli bahan bekas botol vaksin.

24 Juni 2016
Ditangkap satu tersangka berinisal I sebagai perawat poliklinik anak. Kemudian, penyedia botol bekas vaksin di salah satu produsen di Kramat Jati, yaitu RH dan HT.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved