11 Korban Luka Tabrakan Bus Kramatjati di Alas Roban Dipindahkan
Korban luka-luka selanjutnya akan dirawat di RSUD Raden Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Dan jika memungkinkan, mereka yang sudah membaik akan dirawat
Penulis: ponco wiyono | Editor: Catur waskito Edy
Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono
TRIBUNJATENG.com, KENDAL -- Pemerintah Kabupaten Grobogan mengirimkan kendaraan guna mengangkut para korban selamat dalam kecelakaan maut di Alas Roban Sabtu (16/07/2016) pekan lalu.
Rombongan berupa enam unit ambulan dan satu unit bus tiba di Rumah Sakit Islam Weleri pada Senin (18/07/2016) pukul 14.30.
Korban yang berjumlah 11 orang itu pun diangkut menuju kampung halaman bersama rombongan, dengan dipimpin oleh Kepala Seksi Kesehatan Dasar, Rujukan, dan Institusi Dinas Kesehatan Grobogan, Jatmiko.
"Korban luka-luka selanjutnya akan dirawat di RSUD Raden Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Dan jika memungkinkan, mereka yang sudah membaik akan dirawat jalan," ujar Jatmiko.
Mengenai pembiayaan selama dirawat di RSI, Direktur RSI, Edi Sumarwanto, mengatakan jika semuanya ditanggung PT Jasa Raharja.
Sejauh ini, menurut Edi, ongkos perawatan masih di bawah plafon yang diberikan.
"Dari hitung-hitungan kami biayanya masih di bawah plafon, yakni di bawah Rp 10 juta, sehingga korban masih diringankan bebannya," kata Edi.
Sebelumnya, kecelakaan maut di pengujung arus balik Lebaran 2016 di Batang telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Bus malam Kramat Djati B 7075 TGB menghantam truk kontainer W 9233 UN yang membawa amoniak, di jalur lingkar Alas Roban, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang , Sabtu (16/7) malam.
Sebanyak enam orang tewas dan 40 orang luka-luka dalam kejadian itu. Seorang korban selamat, Didik Tricahyono (38), mengungkapkan di antara korban tewas ada yang sampai kepalanya terpisah dari badan alias terpenggal.
Didik bersama rekannya sempat mengabadikan kondisi korban yang tewas mengenaskan tersebut dengan smartphone.
“Saya mengabadikan ini siapa tahu nanti penting untuk kepolisian, meski sebenarnya juga takut," kata warga Godong, Grobogan itu di Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Minggu (17/7) dini hari.
Senada dialami Hassanudin (30), penumpang Bus Kramat Djati yang menabrak truk kontainer. Ia menyaksikan penumpang di sampingnya, Kasmin, sudah tidak bernyawa selepas bus menabrak truk lalu terbalik.
Pria asal Jakarta yang pulang mengantar istrinya, Juliatun, mudik ke Grobogan bersama anak pertamanya itu, tak menyangka orang yang baru dikenalnya mengembuskan nyawa terakhir dalam kejadian tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/korban-kecelakaan_20160718_175627.jpg)