Wali Kota Semarang Pun Berjoget dan Gendong Pria Ini, Ada Apa Ya Kira-kira?
Seorang penyapu jalan pun beruntung bisa digendong Hendi sembari mengangkat piala adipura Kirana.
Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Suasana kegembiraan tersaji di hall Balai Kota Semarang, Senin (25/7) pagi. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bernyanyi dan berjoget bersama penyapu jalan.
Jumat (22/7), Kota Semarang memperoleh penghargaan adipura Kirana lima kali berturut-turut. Sebagai ungkapan rasa syukur penghargaan yang diraih, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, menjamu ratusan penyapu jalan.
Seorang penyapu jalan pun beruntung bisa digendong Hendi sembari mengangkat piala adipura Kirana. Hendi mengatakan jika penyapu jalan merupakan “pahlawan kebersihan” bagi Kota Semarang sehingga perlu diperhatikan kesejahteraannya.
“Selain masyarakat, petugas penyapu jalan meupakan pahlawan. Gaji mereka paling tinggi masih Rp 900 ribu per bulan. Rata-rata Rp 850 ribu. Kesejahteraan mereka juga perlu diperhatikan. Saya akan beri batas waktu satu hingga dua bulan ke pihak ketiga agar gaji penyapu jalan bisa setara UMK yakni Rp 1,9 juta,” ujarnya.
Penghargaan Adipura, kata Hendi, bukan utama, namun yang paling penting yakni bagaimana Kota Semarang menjadi nyaman dan aman.
“Masyarakat ikut terlibat dalam membersihkan lingkungan. Saya masih lihat warga yang dari dalam mobil buang tisu atau rokok. Mari bersama-sama menjalankan gerakan cinta Kota Semarang agar semakin nyaman, aman, dan hebat,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemkot-semarang-tertarik-jalin-sister-city-dengan-nanjing_20160715_144344.jpg)