Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kulakan Obat dari Pedagang Keliling, Antibiotik Dosis Tinggi Beredar Bebas di Warung Semarang

Obat racikan tanpa resep dokter bukan hanya ada di apotek. Di pasar-pasar tradisional di Kota Semarang, sejumlah pedagang juga menjual obat serupa.

Tayang:

"Penjualan antibiotik secara bebas menimbulkan efek resistensi. Hal tersebut merupakan riwayat mengapa seseorang jadi kebal antibiotika," kata Widoyono, Rabu (10/8).

Dia menuturkan, antibiotik danm pereda rasa sakit dilarang dijual secara bebas. Ada beberapa obat yang dijual secara bebas tanpa adanya resep dokter. Obat tersebut tercantum dalam peraturan Kementerian Kesehatan.

"Sebagai contoh obat radang sendi yang untuk pengapuran. Obat tersebut dijual seluruh Indonesia untuk mengantisipasi ketersediaan obat tersebut di tempat terpencil. Penjualan obat tergantung pada daerah yang ada di Indonesia," terangnya.

Widoyono menuturkan, untuk menekan peredaran antibiotik dijual bebas diperlukan pengawasan dan pembinaan pada apotek. Selain itu adanya kampanye ke masyarakat.

Dia menjelaskan, di Kota Semarang terdapat 230 apotek yang terdaftar di Dinas Kesehatan. Jumlah yang amat banyak itu membuat DKK kerepotan melakukan pengawasan. Dia mengatakan, pembinaan terhadap apotek sering dilakukan oleh Badan Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

"Tahun 2015 ada apotek yang kami panggil dan beri peringatan keras," ujarnya.

Permasalahan apotek kerap muncul, kata Widoyono, apoteker tidak di tempat, pelayanan obat yang seharusnya menjadi tugas apoteker justru dilakukan oleh apoteker, tidak terdapat ruang konseling apoteker, serta melayani obat racikan dan obat keras tanpa resep dokter. "Itu masalah-masalah apotek yang selama ini dialami," tuturnya.

Ia mengimbau, masyarakat tidak membeli obat sendiri tanpa adanya resep dokter. Selain itu pedagang yang menjual obat antibiotik itu harus mendapat binaan. "Pedagang juga dapat diberikan sanksi, yaitu sanksi pidana," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved