Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PON XIX Jawa Barat

Inilah Pemberitaan yang Bikin Preman Intimidasi Wartawan Tribun Jabar

KETUA Harian PB PON XIX Jabar, Iwa Karniwa, mengancam akan menindak tegas oknum panitia yang ketahuan memperjualbelikan tiket upacara pembukaan

Editor: rustam aji
tribun jabar
Inilah berita yang bikin para preman intimidasi wartawan Zezen dari Tribun Jabar, dimuat dalam versi cetak 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan.

Jangan sampai terjadi penyelewengan dana baik semasa persiapan maupun ketika PON dilangsungkan.

"Kita tidak ingin ada kejadian seperti kasus PON Riau empat tahun lalu. Naudzubillah, jangan sampai terulang di Jawa Barat," kata Menpora seperti disampaikan Deputi Bidang Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, saat menggelar konferensi pers di Media Center Utama PON XIX, Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat (16/9/2016).

Proses lelang dan pengadaan barang dan jasa, menurut Gatot, menjadi perhatian khusus mereka. Terlebih, penyelenggaraan PON ini menghabiskan anggaran hingga Rp 3,2 triliun.

"Anggaran PON Jabar itu sangat besar dan sensasional. Jadi wajar ada kekhawatiran. Tapi, sejauh ini yang kami monitor wajar. Kami beberapa kali mendatangi PB PON mewanti-wanti. Kami titip ke BPK untuk make sure dalam segala alokasi," ujarnya.

Belajar dari kasus PON Riau, kata Gatot, pendampingan lembaga audit keuangan dalam pelaksanaan even sebesar ini adalah hal utama. "Salah satu alasan munculnya kasus PON Riau adalah karena tidak menurutsertakan lembaga audit," ungkap Gatot.

Menurut Gatot, Pemprov Jabar dan PB PON XIX tampak sudah sangat maksimal mempersiapkan pelaksanaan PON XIX, termasuk mempersiapkan upacara pembukaan yang rencananya akan dilakukan langsung oleh Presiden RI Jokow Widodo, Sabtu (17/9).

"Kalaupun ada kekurangan dalam pelaksanaan PON ini, bukan berarti ada masalah, melainkan hanya sebagai bentuk kehati-hatian mereka," katanya.

Pemerintah pusat, ujarnya, juga memuji sikap Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, yang legowo dengan keputusan Kemenpora yang hanya memberikan bantuan keuangan untuk penyelenggaraan PON Jabar sebesar Rp 100 miliar.

Padahal sebelumnya Aher, sapaan akrab Gubernur, meminta alokasi anggaran sebesar Rp 700 miliar untuk penyelenggaraan PON-Peparnas 2016.

"Kami harus jujur, Pak Gubernur ini baik hati sekali. Beliau bisa menerima keputusan pusat. Tetapi karena keterbatasan, kami hanya memberikan Rp 100 miliar untuk PON dan Rp 35 miliar untuk Peparnas," kata Gatot.

Aher mengatakan sangat bersyukur berbagai persiapan dan penyelenggaraan PON yang sudah beberapa hari berlangsung berjalan lancar dan aman. Namun, Aher mengakui bahwa sekalipun berbagai persiapan sudah mereka lakukan secara maksimal, kekurangan masih tetap ada.

"Jangankan PON, Olimpiade saja masih ada aja kurangnya. Tapi kami terus-menerus memperbaiki berbagai kekurangan yang ada dengan sebaik-baiknya agar penyelenggaraan PON ini berjalan dengan baik," kata Aher.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan selama ini, Aher berharap penyelenggaraan PON XIX di Jabar bisa lebih baik dari PON-PON sebelumnya, dan tentui saja bebas dari masalah hukum seperti kasus PON Riau.

"Mudah-mudahan kami bisa menggelar PON yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Alhamdulillah, menurut survei, 81 persen masyarakat menyambut baik penyelenggaraan PON ini," ujar Aher sambil tersenyum lebar.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved