PON XIX Jawa Barat
Inilah Pemberitaan yang Bikin Preman Intimidasi Wartawan Tribun Jabar
KETUA Harian PB PON XIX Jabar, Iwa Karniwa, mengancam akan menindak tegas oknum panitia yang ketahuan memperjualbelikan tiket upacara pembukaan
Upacara Pembukaan dan Penutupan Telan Anggaran Rp 90 Miliar
UPACARA pembukaan dan penutupan PON di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Kota Bandung, menghabiskan anggaran Rp 90 miliar.
Menurut Sekretaris Umum PB PON XIX Jabar, Ahmad Hadadi, selain dari APBD Jabar, anggaran itu berasal dari bantuan Kemenpora.
"Sebagian dipergunakan untuk membiayai berbagai persiapan upacara pembukaan dan penutupan, seperti latihan-latihan upacara dan latihan aneka tarian yang akan ditampilkan pada opening dan closing ceremony," ujarnya di Media Center Utama PON XIX Kompleks Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat (16/9/2016).
Sekitar 3.000 penari yang terdiri atas para siswa mulai dari SD, SMP, SMA, mahasiswa dan para penari profesional dilibatkan dalam upacara nanti. Mereka sudah berlatih sejak setahun lalu.
"Mereka (penari) dilatih tiap hari. Kan harus dikasih makan, dikasih honor. Proses pelatihan mereka sudah sejak tahun lalu. Tiap hari mereka diberi honor," ujar Hadadi.
Honor yang diberikan kepada para penari nilainya bervariasi. Ia menyebut, para penari memperoleh honor Rp 50 ribu, Rp 75 ribu, dan Rp 100 ribu untuk per orang. Honor itu belum termasuk konsumsi dan makan selama latihan.
Selain honor para penari yang akan terlibat dalam pembukaan, kata Hadadi, PB PON juga menggunakan anggaran untuk membayar honor para pelatih, pembina, kurator, tim kreatif, dan pihak lainnya yang terlibat. Selama masa latihan, anggaran yang dihabiskan mencapai sekitar Rp 30 miliar.
Anggaran Rp 60 miliar lainnya digunakan untuk membiayai berbagai keperluan pembukaan dan penutupan PON seperti berbagai peralatan, lighting, multimedia, panggung, dan peralatan lainnya. Semua peralatan itu, ujarnya, didatangkan PB PON dengan cara sewa.
"Juga buat kembang api, show director, artis dan lainnya. Untuk kembang api saja nilainya miliaran lah. Pokoknya akan meriah," ujar pria yang juga Asisten Daerah Pemprov Jabar ini.
Upacara pembukaan, Sabtu (17/9/2016) malam, yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo, akan menyuguhkan tarian kolosal, nyanyian, serta aneka atraksi yang menggambarkan kekhasan dan berbagai potensi yang dimiliki Jawa Barat mulai dari potensi seni budaya hingga potensi wisata yang dibalut dengan kecanggihan teknologi dan permainan cahaya.
Meski demikian, Hadadi menyebut, nuansa olahraga tetap akan ditampilkan dominan. Namun tetap dipadukan dengan seni budaya Jawa Barat dan keanekaragaman seni budaya Nusantara.
Puncak pertunjukan adalah atraksi seni modern berkonsep gurilaps. Gurilaps menggambarkan keindahan panorama Jabar, yakni gunung, rimba, laut, pantai, dan sungai.
"Kita ingin sekalian promosi wisata Jawa Barat. Kita juga ingin menyebarkan perdamaian, persahabatan, dan sportivitas," ujarnya.
Bahkan agar suguhan acara pembukaan ini dapat dinikmati dengan maksimal termasuk oleh Presiden, PB PON merancang agar semua atraksi pembukaan digelar di awal sebelum sambutan dari tuan rumah PON dan pembukaan resmi oleh Presiden RI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/headline_20160920_180333.jpg)