Kecelakaan Lalulintas
Angka Kecelakaan Lalulintas di Jateng Bikin Melongo, Begini Pembahasan di Hotel Grsia
Angka Kecelakaan Lalulintas di Jateng Bikin Melongo, Begini Pembahasan di Hotel Grsia, Senin (7/11/2016).
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabag Bin Ops Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas Polda Jateng), Kombes Pol Imam Basuki menyebut jumlah pelanggaran lalu lintas yang melibatkan usia pelajar termasuk tinggi.
Ia mengungkapkan hal itu pada Rapat Koordinasi Dengan Instansi Terkait di Bidang Keselamatan Berlalu Lintas dan Lat Pra Ops Zebra 2016 di Amarta Hall Hotel Grsia, Senin (7/11/2016).
"Profesi pelaku pelanggar lalu lintas yaitu swasta dan kedua adalah pelajar. Usianya antara 17-27 tahun yang dominan dan merupakan lulusan SLTA," ucapnya.
Ia menuturkan saat ini jumlah kendaraan meningkat, daya beli masyarakat makin tinggi.
Di sisi lain, pengawasan orangtua kurang. Orang tua justru merasa bangga anak bisa mengendarai motor sendiri.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, Kompol Leganek mengatakan contoh kasus tersebut hanya satu dari banyak kasus pelanggaran lalu lintas.
Pihaknya sengaja mengundang berbagai instansi untuk mencari solusi menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.
"Sekaligus persiapan operasi zebra candi yang mulai dilaksanakan mukai 17 November hingga akhir November," ujarnya.
Pada Operasi Zebra Candi 2016, pihak kepolisian fokus pada pelanggaran, administrasi kendaraan bermotor dan angkutan jalan umum.
Ia berharap para peserta bisa belajar tentang anatomi kecelakaan dan menentukan kebijakan yang bisa dilakukan.
Adapun instansi yang hadir dalam rakor antara lain lantas polres 35 kabupaten/kota di Jateng, Dishub, Dinas Bina Marga dan Jasa Raharja. Jumlah tamu undangan 361 orang.
Pakar Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyatakan kunci penurunan kecelakaan lalu lintas berada di Kepala Daerah.
Ia menyatakan sebagian besar kepala daerah tidak pro angkutan umum.
"Karena angkutan umum tidak baik maka masyarakat cenderung naik kendaraan pribadi," jelasnya.
Ia menyebut hal yang membuat angkutan umum tidak menarik antara lain armada kurang, aksesibilitas rendah, waktu pelayanan terbatas dan tidak nyaman.
Djoko menuturkan seharusnya angkutan umum dibuat menarik dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Kalau tidak ada angkutan umum, sampai kapan pun angka kecelakaan lalu lintas tidak menurun," ucapnya.
Data Polda Jateng tri wulan III (Juli, Agustus, September)
Jumlah Kendaraan yang terlibat Pelanggaran Lalu lintas tri wulan III
Sepeda Motor : 120.903 unit
Mobil penumpang : 15.808 unit
Mobil bus : 3.997 unit
Mobil barang : 7.434
Pelaku Pelanggaran Lalu Lintas Tri Wulan III
Usia 17 tahun hingga 27 tahun: 62.836 orang
Usia 28 tahun hingga 50 tahun : 63.051 orang
Di bawah 17 tahun : 9.972 orang
Di atas 50 tahun : 16.492 orang
Kecelakaan berdasar usia triwulan III
16 tahun hingga 30 tahun : 3.800
31 tahun hingga 40 tahun : 1.536
Di atas 40 tahun : 1.248
Di bawah 15 tahun : 762
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-dengan-instansi-terkait-di-bidang-keselamatan-berlalulintas_20161107_101942.jpg)