Tribunjateng Hari ini
Martha Incar Poundsterling Lawas, Kolektor Uang Kuno Kumpul di Queen City Mall Semarang
Martha berhasil mengumpulkan lebih dari 30 jenis uang kuno yang mayoritas dari luar negeri.
Penulis: Moh Anhar | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hobi mengoleksi uang kuno atau Numismatik tidak hanya digandrungi oleh para orangtua saja, sejumlah anak muda juga tertarik menekuni hobi ini.
Salah satunya adalah Martha Kurniawati (29), yang mulai menjadi kolektor uang Kuno sejak umur 20 tahun.
Selama sembilan tahun malang melintang dalam mengoleksi uang kuno, Martha berhasil mengumpulkan lebih dari 30 jenis uang kuno yang mayoritas dari luar negeri.
Ia mengaku, alasannya menekuni bisnis ini agar bisa menjadi warisan ke anak cucunya kelak.
"Alasan koleksi uang kuno sebenarnya kalau udah tua nanti bisa sharing-sharing ke cucu gitu. Sepertinya keren banget sebagai ibu atau nenek suka koleksi-koleksi uang kuno," katanya saat mengunjungi pameran uang kuno, logam mulia, dan Trading Card Games (TCG), di Queen City Mall Semarang, kemarin.
Ia menyebut, puluhan uang kuno yang telah dikoleksi berasal dari luar negeri. Uang kuno dari luar negeri lebih banyak dikoleksi karena ambisinya ingin memiliki satu mata uang dari seluruh belahan negara di dunia.
Sebaliknya, koleksi uang Indonesia hanya pecahan Rp100 ribu polimer bergambar Soekarno-Hatta.
"Pada pameran kali ini sih ingin mengincar yang poundsterling," ungkapnya yang mengaku beberapa mendatangi pameran uang kuno di sejumlah kota.
Baca juga: Sidak ke Pasar Pon, Bupati Blora Arief Rohman Pastikan Hewan Kurban Layak Jual
Martha mengungkap, sembilan tahun lalu, ia mulai tertarik koleksi uang kuno berawal dari kesukaan mengoleksi kartu pos dari seluruh dunia. Kala itu, ia melihat komunitas numismatik yang akhirnya membuatnya tertarik.
"Akhirnya dua-duanya jalan, koleksi postcrossing juga sama koleksi uang kuno," ungkapnya.
Ia menilai, ada keasyikan tersendiri dalam mengoleksi uang kuno terutama saat melihat desainnya.
Meskipun masih belum terlalu mendalami uang kuno dan masih sebatas kolektor, ia mengaku masih menikmati aktivitas tersebut.
"Suka uang kuno jujur karena Eye-catching (menarik perhatian) , terutama perbedaan warna sama sama coraknya," terangnya.
Alternatif investasi
Uang koin kuno diklaim bisa menjadi alternatif investasi di tengah kondisi rupiah yang melemah. Barang tersebut menjadi alat investasi karena selama dua tahun saja harganya bisa meroket empat kali lipat.
| Jurumudi Perahu Wisata Bahari Tersambar Petir di Perairan Bandengan Jepara |
|
|---|
| Aspal dan Paving Block Kampung Sriyatno Kocar-kacir Diterjang Banjir |
|
|---|
| Laga Kandang Terakhir Jadi Penentuan Nasib Persis Solo, Milo: Kami Harus Melampaui Batas |
|
|---|
| Polemik Retribusi Jalur Tembus Baturraden-Purbalingga Diproses Hukum, Priyono Hormati Proses Sidang |
|
|---|
| Terbiasa Menggembala Sejak Kecil, Suparno Tekuni Ternak Kambing, Panen saat Momen Iduladha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-17-Mei-2026.jpg)