Dosen UGM Tulis Obituari di Facebook bagi Putrinya, Begitu Menyentuh Sehingga Netizen Jadi Trenyuh

Penulis mengungkapkan kesedihannya karena putri tercintanya telah meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.

Editor: abduh imanulhaq
FACEBOOK
Rizka Fitri Nugraheni 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Catatan yang diterbitkan akun Facebook milik dosen Fakultas Teknik (FT) UGM ini membuat terenyuh netizen.

Penulis mengungkapkan kesedihannya karena putri tercintanya telah meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.

Obituari itu diterbitkan oleh pemilik akun Lukito Edi Nugroho, Selasa (8/10/2016) pagi.

Berjudul "Ranting Yang Hilang", Lukito menggambarkan bagaimana kesedihannya setelah sang putri Rizka Fitri Nugraheni pergi secara mendadak.

Rizka adalah sosok yang sangat solehah menurut catatan itu.

Ia selalu mengajak sang ayah untuk salat berjamaah.

Setiap hari Senin dan Kamis, Rizka juga selalu menjalankan puasa sunah.

Ia telah menjadi contoh yang baik untuk adik-adik serta orangtuanya sendiri.

Yang semakin membuat terharu, Rizka meminta petugas yang mengevakuasi tubuhnya setelah kecelakaan untuk tetap memakaikan jilbab di kepala agar bisa tetap salat.

Meski sedih karena Rizka telah pergi, tetapi si penulis catatan yakin, anaknya mendapat tempat yang jauh lebih baik di sana.

Pada Rabu (9/11/2016) malam, catatan itu telah dibagikan 615 kali.

Sejumlah netizen ikut berbela sungkawa dan mendoakan agar Rizka mendapat tempat yang baik di sisi Tuhan.

Made Sukarsa: Turut berduka cita pak Lukito Edi Nugroho. Semoga Ananda tercinta dilapangkan jalannya dan diterima di sisi YME. Semoga keluarga Pak LEN tetap tabah.

Jems Elsirazi:  Allahummaghfirlaha warhamha..!! Turut berduka pak, semoga bapak dan keluarga senantiasa diberi ketabahan...aminn

Rahma St: Innalillahi wa innailaihi rajiun. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.....

Untuk diketahui, Rizka Fitri Nugraheni merupakan satu dari dua mahasiswa S2 Magister Psikologi Profesi Bidang Klinis UGM yang tewas setelah kecelakaan di Dusun Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur.

Mobil mereka masuk ke jurang sedalam 200 meter.

Mereka hendak berwisata ke gunung Bromo setelah selesai menjalani Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang.

Tribunjogja.com masih berupaya menghubungi Lukito, untuk mengetahui apakah catatan itu benar ditulisnya sendiri atau tidak. Berikut catatan lengkapnya:

Halaman
Sumber: Tribun Jogja
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved