Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Icip Icip Kuliner

Es Marem di Kranggan Semarang Ini Sudah Melegenda, Pemilik Beberkan Rahasia Kelesatannya

Yang menjadi menu favorit adalah es kombinasi santan dan es kombinasi jeruk. Isi dari menu es hampir semuanya sama

Editor: muslimah
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Es campur kombinasi santan 

TRIBUNJATENG.COM - Teriknya Kota Semarang memang begitu terasa. Sebagai penawar, Jika berkunjung ke Semarang jangan sampai kelewatan segarnya es marem.

Salah satu warung es marem yang sudah cukup terkenal adalah warung es marem di Jalan Wahid Hasyim Kranggan Semarang.

Warungnya kecil dengan satu gerobak yang berada di pelataran ruko-ruko di kawasan Kranggan. Pembeli bisa menikmati es dengan duduk santai berlesehan.   

Es marem sebenarnya bukanlah nama sebuah hidangan olahan es melainkan nama warung yang menjual bermacam olahan es antara lain es campur, es teler, es kombinasi duren, es kombinasi santan, es kombinasi jeruk, es kelapa muda dan es kolak.

Isian es campur
Isian es campur

“Dinamakan marem, dimaksudkan supaya pembeli itu bisa puas setelah meminum es disini. Marem itu kan bahasa jawa artinya puas,” ujar Zainal (66) pemilik warung es marem Kranggan Pak Zainal.

Zainal mulai berjualan dengan membantu orangtuanya dari tahun 1963 sampai 1970. Setelah tahun 1970 ia mulai berjualan sendiri dan membuka warung es marem di daerah Kranggan hingga bertahan sampai sekarang.

“Dulu yang jual pertama bapak saya. Aslinya dari Rembang. Jualan sejak tahun 1952 sampai sekarang masih jualan tapi sudah jarang terjun langsung karena memang sudah sepuh, lebih banyak pegawainya yang terlibat,” tambahnya.

Yang menjadi menu favorit adalah es kombinasi santan dan es kombinasi jeruk. Isi dari menu es hampir semuanya sama yakni cincau, kolang kaling, cendol, kelapa, kacang, leci dan tape kering. Untuk menu kombinasi santan dan kombinasi jeruk ditambahkan kuah santan dan kuah jeruk.

“Yang asli memang pakai santan. Kalau jeruk itu baru saya pake sekitar tahun 80an dan ternyata banyak yang suka,” jelas Zainal.

Pegawai sedang membuatkan es untuk pembeli
Pegawai sedang membuatkan es untuk pembeli

Menurutnya sekarang memang sudah banyak yang berjualan es marem di Semarang, tapi yang mampu membuat warungnya bertahan selama puluhan tahun adalah resep sirup dan pewarna yang ia gunakan. Sirup serta pewarna yang digunakan merupakan olahan tangan Zainal sendiri.

“Sirup itu saya buat sendiri, jadi juga berbeda dengan yang dijual oleh bapak saya. Resepnya pun hanya saya yang tau. Kalau buat pewarna saya memang buat sendiri untuk menghindari yang pakai bahan kimia jadi pakai yang alami saja lah,” ucap Zainal.

Untuk satu porsi es campur dan es kombinasi pembeli cukup membayar Rp 10 ribu. Warung es marem Pak Zainal buka dari pukul 17.00 sampai 12.00 malam berlokasi tidak jauh dari gerbang pecinan Semarang. (Maulana Ramadhan/magang tribunjateng)

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved