Saat Hamil Muda Biasanya Mual Pusing dan Lemas. Apakah Boleh Kerokan?
Kondisi mual, pusing dan lemas yang dialami ibu hamil seringkali membuat badan tidak nyaman. Saat Hamil Muda bolehkan kerokan?
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kondisi mual, pusing dan lemas yang dialami ibu hamil seringkali membuat badan tidak nyaman. Untuk mengatasi kondisi tersebut, minyak kayu putih dan kerokan seringkali dipilih sebagai alternatif yang baik.
Penggunaan kayu putih seperti sebuah obat manjur yang akan dapat memberikan efek nyaman dan tenang. Apalagi pada kehamilan pertama ibu hamil. Seperti yang diungkapkan Riska Pramita Rosiana.
Riska mengakui sejak awal kehamilan, mual dan muntah hampir terjadi setiap pagi. Tidak hanya itu, kepala sering pusing dan keluar keringat dingin. Tak ayal keadan tersebut membuat tubuh lemas, wajah pucat.
"Rasanya kayak masuk angin gak sembuh-sembuh," ujarnya.
Untuk menenangkan kondisi badan yang menurun, wanita berusia 25 tahun ini meminta sang suami memijit sekaligus mengerok. Kerokan nampaknya jadi hal yang biasa bagi Riska.
Riska sebenarnya tahu kerokan saat hamil berbahaya bagi janin yang dikandung. Orangtua beserta sahabat-sahabat menyarankan untuk mengindari minyak angin, terlebih kerokan.
"Kata orang-orang debay (adik bayi-Red) nanti bisa kepanasan atau belang-belang gitu he-he," ujarnya.
Namun, wanita yang pernah bekerja sebagai teller bank swasta ini tetap mengusap minyak angin. Dia juga tetap mengerok badannya usai muntah. Ia pun merasa badannya lebih segar setelah kerokan, tidur pun juga nyaman.
"Rasanya gak mantap kalau belum dikerok," imbuhya
Meski demikian, tidak semua tubuh Riska diguyur minyak. "Suami melarang saya mengoleskan minyak di perut. Apalagi kerokan jadi hanya di punggung sama leher saja," ujar Ibu yang kini tengah mengandung usia delapan bulan ini.
Wanita yang tinggal di Jalan Borobudur Timur, Manyaran, Kota Semarang ini menambahkan, kondisi tersebut hanya berlangsung selama tiga bulan. Memasuki, usia kandungan empat bulan, mual dan muntah mulai berkurang sehingga kini jarang mengoleskan minyak kayu putih.

WANITA HAMIL bolehkan kerokan?
Lain hal dengan Arifatul Musyafaah. Wanita kelahiran 12 Agustus 1990 ini sangat hati-hati menjaga kehamilan pertamanya. Arifatul tidak berani mengoleskan minyak kayu putih. Apalagi mengerok badan saat hamil putri pertamanya.
Wanita yang tinggal daerah Patemon, Gunungpati, Kota Semarang ini mengaku takut efek panas minyak kayu putih mempengaruhi janin yang dikandung saat itu.
"Dari awal orangtua sudah melarang jangan pakai minyak kayu putih di badan, apalagi kerokan saat hamil. Nanti dedeknya kepanasan di dalam, paling saya hanya cium baunya," terangnya.
Saat mual disertai muntah menyerang, Ari memilih minum teh hangat dan madu kurma untuk memulihkan kondisi badan. Menurutnya, dengan minum dan makanan yang bergizi bisa menghindari mual dan muntah.
"Yang penting mau makan apa saja diturutin biar janin sehat efeknya kalau janinya sehat, badan ibu juga ngerasa enak," ucap alumni Universitas PGRI Semarang ini.
Dokter Felicia Sugiarto, Sp.OG ,dokter spesialis penyakit kandungan dan kebidanan Rumah Sakit Telogorejo Semarang memberikan saran.
Mual di awal masa kehamilan, merupakan hal yang wajar terjadi pada ibu hamil muda, terutama awal trimester pertama. Rasa mual, muntah timbul karena adanya peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (HCG).
Biasanya hormon tersebut akan meningkat maksimal pada usia kandungan 10 minggu. namun seiiring bertambahnya usia kandungan kandungan HCG akan turun sehingga mual juga akan hilang.
Jadi mual di awal kehamilan masih normal. Meski demikian, saya menyarankan agar ibu hamil tetap menjaga asupan makanan. Sebab, kebanyakan ibu hamil muda melihat makanan sudah malas, timbul rasa eneg sehingga pilih tidak makan. Itu salah, meski mual dan muntah timbul, selalu jaga agar perut tidak kosong dengan makanan yang bergizi.
Keadaan tersebut tidak jarang membuat ibu muda lemas sehingga melakukan cara untuk meredakan rasa mual dengan kerokan atau mengoles minyak kayu putih.
Masyarakat memang terbiasa melakukan kerokan saat timbul gejala influenza. Tetapi pada ibu hamil tidak disarankan. Sebaiknya hindari kerokan selama hamil karena reaksi inflamasinya yang bisa memicu terjadinya kontraksi dini. Efeknya ke janin memang tidak secara langsung, akan tetapi risiko persalinan premature yang justru perlu dikhawatirkan.
Selain itu, kerokan bisa menyebabkan pori-pori kulit terbuka dikhawatirkan akan ada bakteri yang masuk sehingga menyebabkan infeksi pada janin.
Sedangkan pemakaian minyak kayu putih pada ibu hamil tidak apa-apa sebab janin dilindungi lapisan air ketuban. Walau demikian gunakan minyak sewajarnya, baik penggunaan atau tingkat kepanasan.
Saya lebih menyarankan agar ibu hamil muda mengkonsumsi sup hangat serta cukupi gizi dan nutrisi. Bila terjadi mual, muntah yang hebat saya sarankan konsultasi ke dokter kandungan. (tribunjateng/dini suci)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-sakit-perut_20161120_141153.jpg)