Destinasi Jateng
Pesawat Ini Terparkir di Tempat Tak Semestinya, Ternyata Ini Tujuannya
Biasanya, pesawat terparkir di kawasan bandara. Namun, di Kota Semarang ada pesawat yang berhenti di sembarang tempat
TRIBUNJATENG.COM - Biasanya, pesawat terparkir di kawasan bandara. Namun, di Kota Semarang ada pesawat yang berhenti di sembarang tempat. Ternyata, itu adalah bangkai pesawat yang sengaja ditaruh di Desa Wisata Lembah Kalipancur.
Supervisor Desa Wisata Lembah Kalipancur, Kartika, mengatakan, pesawat tersebut didatangkan ke Semarang sekitar tahun 2015. Untuk membawa pesawat tersebut, dibutuhkan kontainer sebagai pengangkut.
Pesawat tersebut juga tidak dipindahkan secara utuh melainkan dipisahkan dalam bagian-bagian kecil. Proses perakitan potongan-potongan pesawat melibatkan teknisi dari Bandung. Proses perakitan dan pemindahan rangka pesawat ke Semarang memakan waktu hampir satu tahun.
Ditambahkan Kartika, pengadaan pesawat ini bertujuan mengenalkan anak-anak kepada pesawat.
“Kalau tidak salah, pesawat ini diambil dari Bandung atau Jakarta. Ada rencana akan diubah menjadi restauran di dalamnya. Kalau sekarang ya buat wisata orang-orang Semarang. Di Semarang kan baru kali ada wisata pesawat,” tutur Kartika.
Bangkai pesawat yang terdapat di Desa Wisata Lembah Kalipancur memang hanya tinggal rangka. Kerusakan sana-sini terlihat di hampir setiap bagian pesawat.
Besi rangka pesawat banyak yang telah menua, karat menghiasi. Lubang-lubang timbul di antara bagian pesawat. Pintu pesawat sudah tidak terhubung benar dengan engselnya.
Bagian tengah pesawat hanya bersisa puing-puing besi tanpa kursi-kursi layaknya pesawat yang masih beroperasi yang dinaiki penumpang.
Dikatakan Kartika, kursi pesawat disimpan di gudang karena masih belum yakin dengan sikap anak muda yang datang ke pesawat Kalipancur.
Pihaknya menyayangkan aksi vandalisme yang mencoreng keindahan bangkai pesawat. Padahal, pihak pengelola sudah memeringatkan lewat spanduk yang tergantung.
Meski kondisi bangkai pesawat yang ada di Kalipancur ini terkoyak sana-sini, minat pengunjung untuk datang melihat pesawat yang terparkir tak semestinya tak pernah surut. Akhir pekan menjadi puncak kehadiran para pengunjung.
Salah satu pengunjung, Ismi Hani Wulandari mengaku senang karena rasa penasarannya sudah terjawab ketika berada di Desa Wisata Lembah Kalipancur. Ismi tidak terlalu mempermasalahkan pesawat yang terparkir dengan bodi yang rusak di sana-sini.
Ia berfoto di tengah pesawat yang berserakan puing-puing rangka. Sesekali ia juga melongok dari bagian kabin yang kosong melompong karena kursi dan alat kemudi yang telah dicopoti.
“Belum pernah ke sini lalu perasaannya senang keturutan juga foto di dalam kerangka pesawat. Apalagi tahu info pesawat ini dari teman-teman dan sosial media,” ujar Ismi.
Apabila Anda ingin mencoba melihat pesawat yang parkir dari dekat, kini Anda bisa bertandang ke sini. Letaknya berada di depan Rumah Sakit Permatasari Unwahas, dengan biaya masuk Rp 3ribu. (Shela Kusumaningtyas/magang tribunjateng)