Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Icip icip Kuliner

Es Cong Lik, Es Puter Legendaris dari Kota Semarang

Yup, warung kecil ini sudah menjadi salah satu rujukan utama kuliner di semarang, namanya warung es Puter Cong lik Semarang

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Es puter dengan varian rasa alpukat 

TRIBUNJATENG.COM - Jika berkunjung ke Kota Semarang, warung legendaris yang satu ini jangan sampai anda lewatkan. Meski berada di kaki lima, tidak menyurutkan para pembeli yang datang.

Yup, warung kecil ini sudah menjadi salah satu rujukan utama kuliner di semarang, namanya warung es Puter Cong lik Semarang.

Hidangan es krim ‘kampung’ ini mampu bertahan di tengah gempuran es krim-es krim modern yang disajikan di café atau rEstoran.

Es puter dengan varian rasa alpukat
Es puter dengan varian rasa alpukat

Lokasinya berada di seberang Rumah Sakit Telogorejo, tepatnya di Jalan Ahmad Dahlan Semarang. Jika berada di Kawasan Simpang Lima, cukup menyusuri jalan diantara Mal Ciputa dan Plaza Simpang Lima. Tidak jauh dari sana, anda akan menemui warung tenda bertuliskan Es Puter Cong Lik Semarang.

Es Puter ini disajikan dengan aneka  varian rasa seperti coklat, alpukat, kelapa dan durian. Imam Suwarto, pemilik warung Es Cong Lik mengungkapkan, selain empat varian rasa tersebut masih ada beberapa varian lainnya.

“Yang pasti ada memang empat itu, kadang kalau lagi bulan puasa atau hari besar, ada tambahan seperti nangka, sirsak, leci, kelengkeng, kacang hijau dan blewah,” ujar Suwarto.

Suwarto merupakan generasi kedua yang berjualan Es Cong Lik. Ia bercerita, awalnya es Puter dijual sang ayah yang bernama Sukimin sejak masih kecil.

Sewaktu kecil, Sukimin ikut berjualan es dengan cara berkeliling di daerah Mataram dan Pecinan. Karena keuletannya, ia dijuluki oleh pelanggannya Cong Lik kependekan dari kata Kacung Cilik yang berarti pembantu kecil. Nama tersebut dipertahankan hingga saat ini karena sudah menjadi ciri khas.

Pengunjung warung es puter cong lik
Pengunjung warung es puter cong lik

“Dipanggil seperti itu karena banyak pembeli yang terkesan, masih kecil tapi sudah pintar cari duit. Sampai akhirnya bapak berpisah dan berjualan es sendiri,”imbuhnya.

Suwarto menuturkan, dirinya sudah membantu ayahnya menjual es puter sedari berkeliling sampai menetap di warung. Sampai akhirnya, ia mengelola warung es Cong Lik yang ada di Jalan Ahmad Dahlan.

“Saya ikut ayah dari waktu masih jualan berkeliling. Karena berkeliling, mungkin susah dicari sama pelanggan, akhirnya dibikinkan warung pertama di Gang Warung, Pecinan, dekat Gang Lombok. Karena tidak cukup, makin banyak pembeli, dibikinkan warung lagi di sini (Jalan Ahmad Dahlan), akhirnya saya pisah dan mengelola yang disini,” jelas Suwarto.

Menurutnya karena usia sang ayah semakin menua, warung yang berlokasi di pecinan tidak menentu waktu berjualannya, oleh karena itu pelanggan lebih mudah mencari es cong lik di warung yang dikelolanya karena waktu berjualannya yang lebih rutin.

Es Cong Lik menjadi favorit karena rasanya yang tetap sama sejak pertama kali dijual. Bahan-bahan yang digunakan juga merupakan bahan-bahan alami seperti buah-buahan, gula dan santan. Suwarto tidak pernah menggunakan pengawet dan pemanis buatan. Menurutnya, itu sudah merupakan pEsan sang ayah sejak dahulu.

Satu porsi es putar Cong Lik berisikan empat sendok es puter dengan tambahan dua iris roti, mutiara dan kelapa. Untuk varian pembeli bisa memesan satu macam rasa, kombinasi dan komplet.

Es Cong Lik dihidangkan di cawan atau piring kecil. Bila lapar, terdapat juga cemilan seperti peyek kacang, kacang mete, emping yang disajikan di toples-toples di tiap meja. Masing – masing cemilan dihargai dari Rp 1.000 sampai Rp 4.000.

Bahan-bahan yang disajikan di es puter
Bahan-bahan yang disajikan di es puter
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved