Ini Sosok Pemain Terbaik Piala Soeratin 2016, Pernah Membela Timnas Junior
Bakatnya itu tercium pelatih Indra Sjafri sewaktu menukangi timnas junior. Indra "menemukannya" saat Egy masih bermain di SSB di Medan.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: abduh imanulhaq
Hobi sang ayah menurun, Egy tertarik untuk lebih serius mengolah si kulit bundar.
Dia pun masuk sekolah sepakbola (SSB).
Ada beberapa SSB yang pernah dia sambangi agar bisa belajar pengetahuan mengenai taktik, teknik, dan fisik.
Ia pernah bernaung di sejumlah SSB, di antaranya SSB Asam Kumbang di Medan dan SSB Bina Putra Cirebon.
Egy mempunyai saudara di Cirebon sehingga tahu keberadaan Persab U-17.
Ketika tak ada jadwal latihan atau pertandingan bersama Persab, ia memperdalam ilmu sepakbola di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan.
Egy yang juga penggemar bulutangkis itu lebih sering tinggal di Jawa untuk berkarier dalam sepakbola dibandingkan di kampung halamannya di Sumatera.
Bakat yang dia asah sedari kecil itu sudah membawanya memperoleh sejumlah titel.
Egy sebelumnya meroket bersama timnya, ASIOP Apacinti, di turnamen kelas dunia, Gothia Cup, di Swedia.
Selain ASIOP menjadi juara, Egy menasbihkan diri sebagai pemain terbaik setelah mencetak 28 gol.
Raihan itu membuatnya digadang-gadang sebagai the next star pesepakbola Indonesia.
Mendapat pujian tersebut, Egy tak langsung berbesar kepala.
Ia menyebut pencapaian itu sebagai pelajaran untuk karier selanjutnya.
"Raihan prestasi selama ini menjadi satu pengalaman berharga saya. Menjadi modal untuk karier saya selanjutnya," terang dia.
Bakatnya itu tercium pelatih Indra Sjafri sewaktu menukangi timnas junior.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/persab-brebes_20161210_225013.jpg)