Ini Sosok Pemain Terbaik Piala Soeratin 2016, Pernah Membela Timnas Junior
Bakatnya itu tercium pelatih Indra Sjafri sewaktu menukangi timnas junior. Indra "menemukannya" saat Egy masih bermain di SSB di Medan.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: abduh imanulhaq
Indra "menemukannya" saat Egy masih bermain di SSB di Medan.
Ia pernah berkostum timnas U-12, U-14, dan U-16.
Pada kelompok umur yang terakhir, ia belum sempat bertanding lantaran PSSI keburu dibekukan FIFA.
Egy memang memiliki perasaan optimistis akan meraih tapak kejayaan.
Bahkan dia berharap suatu saat dapat membela timnas senior.
"Ya, saya sangat ingin masuk timnas. Mungkin kalau sekarang ikut seleksi timnas U-19 dulu. Baru di waktu mendatang timnas senior," tandasnya.
Ia mengaku betah selama bermain di skuat Jaka Poleng, julukan Persab.
Para pemain dan ofisial tim mudah akrab sehingga ia merasakan kenyamanan.
Di sisi lain, ada hal yang mengejutkan.
Manajer Persab Syaefudin Zuhri mengungkapkan, usai bermain di laga final, Egy justru dimarahi sang ayah lantaran bermain jelek.
"Dia (Egy) mendapat omelan dari ayahnya lewat telepon. Padahal Egy mendapatkan gelar pemain terbaik," kata Syaefudin.
Menurutnya, hal itu merupakan dorongan atau motivasi dari sang ayah kepada anaknya yang sama-sama pernah merumput.
Meski menjadi pemain terbaik, sang ayah meminta agar tidak besar kepala dan cepat puas.
"Omelan ayah kepada anaknya itu merupakan satu motivasi. Egy diharapakan terus terlecut semangatnya dalam bermain sepakbola," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/persab-brebes_20161210_225013.jpg)