Natal dan Tahun Baru
118 Petugas KAI Jaga di Perlintasan Tak Berpintu di Purwokerto dan Sekitarnya
Hal ini lantaran masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini berbarengan dengan musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, mengerahkan petugas tambahan di titik rawan bencana, pemeriksa jalur rel, dan pintu perlintasan kereta selama libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.
Hal ini lantaran masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini berbarengan dengan musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, KAI Daop 5 Purwokerto melakukan antisipasi dengan menempatkan 118 petugas ekstra.
"Ada penjaga di lima titik rawan longsor, serta mengerahkan petugas pemeriksa jalur rel ekstra disamping petugas pemeriksa jalur reguler. Dengan petugas pemeriksa jalur rel ekstra ini, pemeriksan jalur rel ditingkatkan dari dua kali sehari menjadi tiga kali sehari," kata Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko, Jumat (23/12/2016).
Ada lima titik rawan longsor yang akan dijaga selama 24 jam. Titik tersebut tersebar di tiga kabupaten, Brebes, Banyumas, dan Kebumen. Satu titik rawan longsor di Brebes terdapat di jalur Prupuk- Linggapura, di Banyumas ada tiga titik di jalur Notog- Kebasen. Sedangkan di Kebumen ada satu titik di jalur Wonosari- Kutowinangun.
Sedangkan untuk penjagaan situasional akan dilakukan di titik yang sering dilanda bencana namun tidak termasuk kategori mendesak atau parah. Misalnya di jalur Kretek- Paguyangan yang sering dilanda banjir.
Kemudian, jalan rawan amblas di lima titik di Cilacap, empat titik di Kebumen, dan satu titik di Brebes. Sedangkan jembatan rawan banjir ada di Kabupaten Tegal satu titik, dua titik di Brebes, dua titik di Babyumas, satu titik di Cilacap, dan satu titik di Kebumen.
"Untuk menjaga keselamatan perjalanan KA di perlintasan yang ramai dan dipandang rawan kecelakaan, PT KAI Daop 5 menempatkan 118 personil penjaga perlintasan ekstra," jelas Ixfan.
Sebanyak 91 titik perlintasan mendapat penjagaan ekstra selama berlangsungnya angkutan Natal dan Tahun Baru. Jumlah tersebut terdiri dari enam titik perlintasan berpalang yang ramai arus lalu lintasnya serta 74 titik perlintasan tanpa palang yang rawan kecelakaan.
Sejumlah perlintasan berpalang yang sudah ada penjaganya diberi petugas penjaga ekstra untuk membantu petugas reguler.
Diantaranya perlintasan di Adiwerna, Tegalwangi, Balapulang dan Klonengan di Kabupaten Tegal, perlintasan jalan di Prupuk- Linggapura di Kabupaten Brebes, perlintasan Pasirmuncang, Kedunglemah dan Kaliwangi di Kabupaten Banyumas, serta perlintasan Gunungsimping, Sidanegara dan Tambakreja di kabupaten Cilacap.
Sedangkan perlintasan tidak berpalang yang rawan kecelakaan dan mendapatkan penjagaan ekstra, diantaranya di Sawangan dan Kaliwedi, Kebasen dan Tambak di Kabupaten Banyumas.
Selain itu, perlintasan Gentasari, Randegan, Tambak di Kabupaten Cilacap. Perlintasan Panjangsari, Jabres, Kabekelan di Kebumen, dan perlintasan Majir di Kutoarjo Kabupaten Purworejo.
"PT KAI hanya membantu pengamanan perlintasan yang dipandang rawan karena keterbatasan personel. Kami harap pemerintah daerah dan aparat kewilayahan juga ikut membantu pengamanan perlintasan KA rawan yang belum terjaga selama angkutan Natal Tahun Baru ini," ucapnya.
Menurutnya, selama pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru ini PT KAI Daop 5 Purwokerto akan mengerahkan 3.492 personel. Terdiri dari 1.896 karyawan organik PT KAI, 1.208 karyawan non organik dan 40 petugas pengamanan dari TNI dan Polri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perlintasan-tanpa-palang-pintu-di-grobogan-jateng_20160609_183239.jpg)