Tribunjateng Hari ini
Pertamina Naikkan Harga BBM Bersubsidi, Harga Dexlite Naik 66,19 Persen
PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, pada Sabtu (18/4/2026).
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, pada Sabtu (18/4/2026).
Kenaikan itu menjadi bagian dari kebijakan harga BBM terbaru yang berlaku secara nasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menjelaskan, penyesuaian harga hanya dilakukan untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Sementara produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamina Dex per 18 April 2026 dibanderol Rp 23.900 per liter, naik Rp 6.400 (64,82 persen) dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Adapun harga Dexlite juga naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter atau naik Rp 6.400 (66,19 persen) persen.
Selain itu, Pertamax Turbo (RON 98) turut mengalami kenaikan Rp 6.300 (48,09 persen) dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.
Kenaikan ini menegaskan tren kenaikan harga BBM Pertamina hari ini, khususnya pada segmen nonsubsidi.
Sementara itu, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 tetap ditahan, masing-masing di level Rp 12.300 per liter dan Rp 12.900 per liter.
Adapun harga BBM bersubsidi juga tidak berubah, dengan Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Baca juga: Petugas Sibuk Fogging dan Pasang Perangkap Tikus di Asrama Haji Donohudan
Pemerintah pun memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan sepanjang 2026, untuk menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, kata Baron, tidak semua BBM bersubsidi naik harga.
Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 harganya tetap seperti per 1 April 2026.
Pertamax Green 95 saat ini dibanderol Rp 12.900 per liter, sedangkan Pertamax 92 Rp 12.300 per liter.
Baron menambahkan, kedua jenis BBM nonsubsidi itu tak naik karena dipakai oleh sebagian besar masyarakat.
| Semarak Kota Kreatif Jateng, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Bisa Padukan Tradisi dan Modernitas |
|
|---|
| BPBD: Efek El Nino Bikin Kemarau Lebih Lama, Pemprov Jateng Persiapkan Kebutuhan Air Bersih Warga |
|
|---|
| Keluarga Tak Tahu, Anak yang Masih Bersekolah SMP Hamil akibat Dicabuli Ayah Kandung |
|
|---|
| Di Wonosobo, Hipertensi dan Obesitas Tinggi Jadi Temuan Penyakit Tertinggi dalam Program CKG |
|
|---|
| Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi, Enam Hari Setelah Dilantik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-19-April-2026.jpg)