Icip icip Kuliner

Di Du Cafe Semarang, Kamu Bisa Makan dan Foto Berlatar Mobil Antik Sepuasnya

Plat yang terpasang di bodi depan mobil menunjukkan tahun pembuatan mobil dan jenis mobil

Di Du Cafe Semarang, Kamu Bisa Makan dan Foto Berlatar Mobil Antik Sepuasnya
Tribun Jateng/Shela Kusumaningtyas
Pengunjung berfoto berlatar mobil yang dipamerkan 

TRIBUNJATENG.COM - Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Museum Angkut, Malang, Jawa Timur tentu  ingat dengan deretan mobil-mobil antik yang dipamerkan di sana.

Kini, Anda yang berada di Semarang tak perlu bersusah payah jauh-jauh pergi ke Malang untuk berfoto dengan mobil lawas. Anda tinggal datang ke Du Cafe yang berlokasi di Jalan Durian Banyumanik.

Kafe yang dibuka pada Juni 2016 ini menawarkan konsep unik yakni kafe yang menyatu dengan galeri mobil antik.

Dikatakan Vincentius Andhika selaku owner representative, Du Cafe sengaja memajang mobil dan motor kuno koleksi pribadi sang pemilik Andri Raharja. Tujuannya adalah para pengunjung yang datang ke kafe ini bisa puas foto serta makan kenyang.

“Sebagian koleksi diboyong ke sini. Bisa pula disewa untuk prewedding bagian galerinya. Di depan tiap kendaraan terpasang papan untuk menerangkan informasi. Ada mini cooper, mercy, renault, mercy, dan impala,” ujarnya.

Plat yang terpasang di bodi depan mobil menunjukkan tahun pembuatan mobil dan jenis mobil. Pengunjung bebas berfoto asalkan tidak menaiki kap mobil atau memasuki bagian dalam mobil dengan cara membuka pintu mobil.

Sang pemilik sejak kecil memang telah menggemari mengumpulkan mainan berbentuk mobil hingga berlanjut mengoleksi mobil antik. Ada mobil koleksi yang diperoleh dari kandang ayam.

Vincent menyebut, para pengunjung umumnya berfoto di sela-sela mobil yang terparkir saat menanti pesanan datang atau seusai menyantap hidangan kafe yang memiliki tiga tema di setiap bagiannya.

Steak dan camila ringan yang ditawarkan di Du Cafe
Steak dan camila ringan yang ditawarkan di Du Cafe.

Tema pertama adalah American Classic yang bisa disaksikan lewat pemasangan lantai bercorak papan catur di bagian galeri tempat mobil dan motor terparkir. Sedangkan area England ditampilkan lewat pemasangan poster makanan dan minuman berkonsep Eropa.

Ditaruh pula lemari berbentuk kotak telepon yang marak dijumpai di Inggris. Kursi tinggi menandakan pengunjung berada di area bertema peranakan.

“Makanannya pun menyesuaikan tema yang ada. Di sini untuk yang American, ada burger dan steak. Italian mengambil menu pasta. Kalau Indonesianya mengambil penyet dan angkringan,” ujar Vincent. (Shela Kusumaningtyas/magang tribunjateng)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved