Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Di Balik Kisah Fahri Hamzah dan Surat Cinta PKS

PKS beralasan Fahri kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Majelis Tahkim PKS memberhentikan Fahri pada 11 Maret 2016.

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Fahri Hamzah 

Tahun 2016 merupakan salah satu tahun yang tidak bisa dilupakan Fahri Hamzah. Menurut Fahri, publik sudah mengetahui pada tahun ini dirinya mendapat surat pemecatan dari DPP PKS.

Ia menyebut pemecatan itu sebagai surat cinta. Hal yang direspon Fahri sebagai ujian kedewasaan."Tahun 2016 saya dikirimi surat cinta. Bagaimana merespon tindakan yang tidak adil bagi saya?" kata Fahri.

"Saya harus bisa membuat respon yang positif dan proporsional, penuh perhitungan dan pertimbangan, karena saya manganggap setiap kenaikan kelas, melewati ujian. Itu selalu saya persepsikan sebagai ujian, untuk respon yang benar atas ujian, itu menjelaskan saya naik kelas, turun kelas atau tinggal kelas ya kan, itu nanti waktu akan memberitahukan tugas kita membuat jawaban dan respon yang benar, diantara yang ada ini adalah ujian yang paling penting," ungkap Fahri.

Fahri lalu menyatakan keluarga tidak mempermaslahkan pemecatan tersebut. Istri dan anaknya telah dilatih sejak awal untuk bersikap mandiri.

Fahri memuji istrinya yang selalu mendukung tugasnya. "Saya bicara dari awal dengan keluarga, kenapa istri saya itu juga perempuan mandiri, harus dilatih untuk mandiri, kenapa? karena hidup saya sendiri, hidup banyak resiko karenanya jangan sampai resiko ini memukul mereka makanya dilatih untuk mandiri, untuk menghadapi begini secara mudah," jelas Fahri.

Resolusi 2017

Selain tahun 2016, Fahri memiliki momen penting di tahun lainnya. Ia mengakui cukup banyak peristiwa berharga yang dilaluinya. Fahri pun menyarankan kepada semua pihak termasuk para aktivis. Ia termasuk dalam aktivis 1998.

"Saya mengimbau kepada teman terutama aktivis, kita harus sebelum tidur malam punya rencana. Siapa yang punya rencana, itulah yang hidup dengan orientasi. Disebutkan bertakwalah kamu kepada Tuhan dan persaksikanlah apa yang engkau akan kerjakan esok hari, kita harus punya rencana," kata Fahri saat ditanya momen penting yang dialaminya.

"Kita sampai umur berapa, semua di tangan Allah memutuskan kapan orang meninggal dan umur berapa lama, kita punya umur standar, umur daripada Nabi karena umat Muhammad, umur kita seperti nabi, ekpestansi manusia tambah banyak, di skandinavia sampai 90-100 tahun, Nabi Muhammad umur 63, saya mencatat momentum hidup kita, kelahiran kita untuk mensyukuri kehidupan kita," kata Fahri.

Menurut Fahri, momen menjalani kehidupan tidak bisa dilupakan begitu saja. Begitu pula saat ia menjadi aktivis saat kuliah di Universitas Indonesia. Di kampus itulah, Fahri juga sempat menjadi dosen Fakultas Ekonomi UI.

Fahri mengajar ekonomi mikro, bisnis dan kewirausahaan. Di UI, Fahri juga turut membidani lahirnya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.

Pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 November 1971 itu mengatakan latar belakang kehidupannya yang membentuk kepribadiannya saat ini. "Musti ada pergumulan, belum lagi era kampus, merasakan kuliah di kampus diantara kampus paling baik. Di UI, ada perasaan yang cukup dalam," ujar Fahri.

Tahun 1998 juga selalu diingatnya. Fahri menyaksikan secara langsung runtuhnya kekuasaan Orde Baru dan melihat pemerintahan yang baru. "Ikut dalam dialektika perdebatan konstitusi negara. Itu melandasi dasar pemikiran sekarang untuk memahami problem kebangsaan dan kemasyarakatan secara umum," kata Fahri.

Ia sempat menjadi Anggota MPR dari utusan golongan mewakili pemuda. Saat itu, Fahri dihubungi secara langsung oleh BJ. Habibie. Fahri ikut dalam pembahasan TAP MPR termasuk mengenai bab kejahatan korupsi. "Saya mendirikan Partai Keadilan sebagai deklarator. Menjadi staf ahli di Fraksi Reformasi serta mendalami ide-ide amandemen konstitusi," kata Fahri.

Lalu apa resolusi seorang Fahri Hamzah di tahun 2017? "Kalau saya selalu reflektif menjadi orang yang lebih matang, lebih dewasa lebih kuat hatinya, tapi dia lebih lembut. Ini untuk membaca sinyal-sinyal cinta dari langit," kata Fahri.

"Kalau saya pribadi selalu begitu, doa saya pribadi selalu ingin menjadi orang yang lebih dewasa, matang, arif dan menangkap lebih meneladani akhlak dan karakter. Sesuai ciri-ciri idola saya, Nabi Muhammad SAW," tambahnya. (Ferdinand Waskita)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved