Kasus Pembunuhan
"Papa Jangan Tinggalin Aku," Kata Zanet Seraya Menangis
Pukul 10.55 tiga mobil ambulance yang membawa jenazah tiba di TPU, di Blok khusus AA1 Blad 12.
TRIBUNJATENG.COM- Suasana duka sangat terasa saat pemakaman Dodi Triono (59) dan dua putrinya Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarat Selatan, Rabu (28/12/2016) siang.
Bahkan, Zanette Kalila Azaria (13), yang merupakan anak tunawicara dari almarhum Dodi datang untuk menghantarkan ayah dan kedua orang saudaranya ke pemakaman.
Sebelum jenazah tiba, kerabat dekat serta rekan-rekan sekolah dari ketiga putri Dodi telah menunggu di lokasi pemakaman, diiringi isak tangis dan haru yang terpancar dari wajah kerabat.
Pukul 10.55 tiga mobil ambulance yang membawa jenazah tiba di TPU, di Blok khusus AA1 Blad 12.
Tenda berukuran 10 meter x 10 meter dipenuhi oleh peziarah dan awak media yang ingin mengabadikan moment pemakaman tersebut.
Prosesi pemakaman berjalan khidmat, meski cuaca cukup terik namun iringan doa dan shalawat serta air mata dari kerabat tidak surut.
Di sisi kiri makam, terlihat susunan kursi yang diisi oleh kerabat dekat dari Dodi dan dari istri keduanya, sedangkan di sisi lainnya ada istri pertama Dodi bersama dengan anak nomor satunya, Setyo Detri.
"Saya perwakilan mewakili keluarga almarhum bapak Dodi Triono dan adik-adik saya. Terimakasih banyak atas doa dan dukungannya pada saat kami sedang berduka ini," kaya Detri sambih menahan tangis.
Dia pun meminta rekan-rekan dan kerabat untuk memaafkan segala kekhilafan dari almarhum semasa hidup.
Dan mendoakan agar amal ibadah yang dilakukan almarhum bisa diterima oleh Allah SWT.
"Saya putra Almarhum bapak Dodi. Saya mengucapkan permohonan maaf sedalam-dalamnya apabila selama hidupnya almarhum terdapat kesalahan. Baik perkataan dan tindakan yang menyinggung. Mohon sekiranya, saya mohon dapat dimaafkan dan dapat diiklasan. Semoga almarhum diampunkan dosanya dan diterima amal ibadahnya," ucapnya.
Sementara itu, dengan tangan yang masih dibalut perban berwarna putih bekas infus, wanita yang akrab disapa Zanet itu terlihat selalu dipapah oleh sanak keluarganya.
Air mata bocah cantik selalu mengalir saat orang yang dikasihinya sudah dimasukan ke dalam liang lahat.
Walaupun, Zanet tunawicara, namun gerak bibirnya dan wajah sedihnya terlihat kalau dia sangat terpukul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/zanet_20161228_153321.jpg)