Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Cara Siswa SMK 2 Kebumen Sosialisasikan Permainan Tradisional

Siswa Kelas 11 SMK Negeri 2 Kebumen, Desy Eka Sari Damayanti tidak memungkiri ada nilai negatif di saat semakin mudahnya teknologi

Penulis: deni setiawan | Editor: muslimah
dok
Beberapa siswa sedang asyik memainkan permainan tradisional berupa lompat tali di halaman SMK Negeri 2 Kebumen, Minggu (5/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kemarin, Minggu (5/2/2017), sekitar 50 siswa SMK Negeri 2 Kebumen datang dan berkumpul di halaman sekolah yang berada di Jalan Joko Sangkrip Km 01 Kembaran Kelurahan Sumberadi Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen.

Sekitar pukul 08.00, puluhan siswa yang terwadahi di Teater OMOP SMK 2 Kebumen itu pun saling berbagi kelompok untuk memainkan beberapa permainan tradisional. Ponsel atau gadget yang mereka bawa dikumpulkan di gazebo sekolah sebagai syarat utama dalam kegiatan itu.

Apabila ada peserta yang ketahuan memegang atau menggunakan gadget, memperoleh hukuman. Adapun permainan tradisional yang mereka mainkan hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 itu di antaranya ada lompat tali, sunda manda (engklek), petak umpet, dan boi-boian. Boi-boian adalah model permainan menyusun lempengan pecahan genteng yang kemudian lawannya berusaha untuk menjatuhkannya.

“Kejayaan permainan tradisional, tidak terkecuali di Kebumen apalagi di lingkungan sekolah kami seakan telah terlewatkan. Kian hilangnya beberapa permainan tradisional satu faktor penyebabnya karena semakin mudahnya teknologi, seperti gadget. Mereka lebih senang bermain gadget daripada berkumpul kemudian bermain bersama-sama,” kata guru pendamping Teater OMOP, Priyo Drestanto Prihantoro.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Senin (6/2/2017) siang. Dia menyampaikan, semakin pudarnya permainan tradisional itu, diyakini pula dapat berdampak pada kepudaran sikap sosial di lingkungan kehidupan mereka, khususnya para siswa di SMK Negeri 2 Kebumen. Karena itu pihaknya coba merangkul dan mengajak untuk kembali memperkenalkan beberapa permainan itu.

“Kegiatan itu sekaligus jadi rangkaian utama dalam pelantikan ketua OMOP SMK Negeri 2 Kebumen, bertajuk Resepsi Abah dan Amah OMOP. Harapannya pula, di komunitas eksternal SMK Negeri 2 Kebumen juga bisa ambil bagian dalam upaya bersama-sama nguri-nguri tradisi melalui menghidupkan kembali permainan tradisional di setiap kegiatan,” ucapnya.

Siswa Kelas 11 SMK Negeri 2 Kebumen, Desy Eka Sari Damayanti tidak memungkiri ada nilai negatif di saat semakin mudahnya teknologi. Dirinya bahkan diklaim bakal diamini para siswa lainnya, kehadiran gadget dapat pula menjadi pembatas dalam mereka berkomunikasi, bermain bersama secara langsung.

“Masing-masing asyik sendiri dengan gadgetnya. Sehingga berbagai permainan tradisional pun semakin lenyap. Dari konsep yang dihadirkan di komunitas ini, semoga bisa menjadi awal pembelajaran untuk bersama-sama mengingat serta menguri-nguri permainan penuh keceriaan dan kebersamaan itu,” kata Desy, anggota Teater OMOP itu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved