Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BPR Lirik Kalangan Pelajar, Buka Rekening Bonus Saldo Rp 5.000

Bank Perkreditan Rakyat Galang Dana Pihak Ketiga dari Kalangan Pelajar Lewat Tabungan Simpel

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi - uang tabungan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mulai melirik kalangan pelajar dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Lewat program tabungan Simpanan Pelajar (Simpel), mereka memberi berbagai promo untuk menarik minat pelajar.

BPR Mitra Harmoni Syariah, misalnya, memberi secara cuma-cuma saldo Rp 5.000 kepada pelajar yang membuka rekening Simpel. Jika pembukaan rekening dilakukan lewat sekolah, BPR juga memberi bonus alat peraga atau permainan. Hanya saja, bonus ini diberikan khusus untuk TK dan SD.

"Pelajar yang berminat, langsung kami bukakan rekening dan langsung dapat saldo Rp 5.000. Hanya saja, ekskusi kami biasanya setiap tahun ajaran baru," kata Direktur BPR Mitra Harmoni Syariah, M Ari Prabowo, kepada Tribun Jateng, Kamis (16/2).

Menurut Ari, tak mudah menggaet nasabah pelajar. Hingga kini, pihaknya baru berhasil menggaet dana segar di 80 pelajar dengan total nilai Rp 28,9 juta. Minimnya peminat program Simpel, dikatakan Ari, disebabkan beberapa hal. Di antaranya, guru kelas tidak mau repot menjadi koordinator tabungan. Sedangkan tabungan pensiun pelajar, di luar tabungan Simpel, guru kelas hanya mengkoordinir tabungan induknya yang kemudian pihak BPR masih harus mendatangi sekolah untuk mengambil dana tabungan.

"Sampai saat ini kami lakukan pendekatan ke pengurus sekolah dan berusaha minta waktu untuk mengedukasi saat diadakan pertemuan wali murid dengan komite dan pengurus sekolah," jelasnya.

Belum populernya program Simpel juga diakui Kepala Bagian Pengembangan Bisnis BPR MAA, Heri Wijaya. Bahkan, di BPR MAA, baru ada 17 nasabah Simpel. Heri mengungkapkan, pihaknya terkendala proses pengisian data nasabah.

"Secara aturan, data nasabah itu harus diisi lengkap, termasuk penghasilan. Sementara, kalau yang nabung pelajar, data-data yang diisi tidak bisa lengkap seperti yang dipersyaratkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," katanya.

Kendala lain, menurut Heri, pelajar belum memiliki kartu identitas atau KTP. Sehingga, saat membuka tabungan, harus diketahui orangtua atau pihak sekolah sebagai wali.

"Karena lebih mudah kolektif lewat sekolah, biasanya pihak sekolah menginginkan setoran tabungan diambil pegawai BPR. Sementara, kami terkendala SDM (sumber daya manusia) sehingga tidak bisa memenuhi," keluh Heri.

Langkah berbeda dilakukan BPR Arthapuspa Mega. Untuk menghimpun dana pihak ketiga dari pelajar dan mendorong pelajar memanfaatkan tabungan Simpel seperti yang diinginkan OJK, mereka menerbitkan Simpel Anak Yatim Arthapuspa Berkah (Ayah). Tabungan yang diperuntukkan bagi anak yatim/piatu dan yatim piatu itu bukan menyasar pada pelajar tetapi dermawan yang ingin memberi infaq kepada anak yatim/piatu dan yatim piatu.

"Selama ini, hampir tidak pernah ada anak yatim menabung, sementara mereka juga perlu diedukasi dan dikenalkan untuk diajari nabung. Namun, belum ada bank yang menyentuh hal itu," ucap pimpinan BPR Arthapuspa Mega, Dadi Sumarsana.

Pembukaan tabungan Simpel Ayah ini, kali pertama disantuni oleh BPR dan atau oleh dermawan kepada anak yatim. BPR merencanakan dan mengalokasikan dana santunan bagi 50 anak lewat rekening, setiap bulannya. Sejauh ini, BPR Arthapuspa Mega berhasil menghimpun dana dari 215 nasabah Simpel dan Simpel Ayah dengan saldo sekitar Rp 36,76 juta. (nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved