Duh, Jumlah Anak Penderita Kanker Makin Banyak, Ini Penyebabnya
Dokter spesialis anak, Dr Bambang Sudarmanto, Sp A (K) MARS, menyebut jumlah anak penderita kanker mencapai 15 persen hingga 20 persen total pasien
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah anak penderita kanker di RSUP dr Kariadi tiap tahun selalu meningkat.
Dokter spesialis anak, Dr Bambang Sudarmanto, Sp A (K) MARS, menyebut jumlah anak penderita kanker mencapai 15 persen hingga 20 persen dari total pasien kanker di RSUP dr Kariadi.
"Kanker anak itu kanker yang tumbuh pada anak pada usia 0 hingga 18 tahun. Bahkan, bisa dideteksi sejak dalam kandungan," katanya pada peringatan Hari Kanker dan Hari Kanker Anak Sedunia 2017.
Bambang bahkan pernah menemukan kasus kanker anak pada bayi baru lahir.
Ia mengatakan, kanker pada anak bisa disembuhkan tapi harus ditemukan sejak dini.
Adapun jenis kanker pada anak antara lain Leukimia paling banyak, disusul limfoma, retinoblastoma, kanker tulang, kanker otak, dan jenis kanker lainnya.
Kanker pada anak biasanya dipicu oleh genetik hingga pola hidup yang tidak sehat.
Terapi paling cocok untuk anak penderita kanker adalah paleatif yaitu pengelolaan pada nyeri.
"Meski sakit kanker, anak jangan sampai nyeri. Karena penderita kanker biasanya merasakan rasa nyeri yang luar biasa," katanya.
Ia mengatakan terapi paleatif bertujuan meningkatkan kualitas hidup anak.
Ketika rasa nyeri ditekan, anak bisa beraktivitas normal seperti bermain dan belajar.
"Yang paling pentig itu support dari orang sekitar," ucapnya.
Dr Darwito SH,SpB(K)onk, Direktur Medik dan Pelayanan RSUP Dr Kariadi mengakui jumlah pasien kanker semakin meningkat.
Saat ini jumlah pasien kanker yang ditangani di RSUP Dr Kariadi mencapai 50 persen dari seluruh pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dokter-spesialis-anak-dr-bambang-sudarmanto-sebutkan-prosentase-kanker_20170218_121229.jpg)