Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perayaan Cap Go Meh Dipindah dari Halaman MAJT ke Balaikota Semarang karena. . .

Acara Perayaan Cap Go Meh akan digelar hari Minggu (19/2/2017) mulai pukul 18.00 WIB di halaman Balaikota Semarang.

Penulis: m alfi mahsun | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
Perayaan Cap Go Meh akan digelar di halaman Balaikota Semarang, Minggu 19 Februari 2017 sore 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Rencana perayaan Cap Go Meh yang akan digelar di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mendapat tangkapan pro dan kontra dari masyarakat. Panitia acara kemudian memindahkan acara Cap Go Meh ke halaman Balaikota Semarang.

Acara akan digelar hari Minggu (19/2/2017) mulai pukul 18.00 WIB di halaman Balaikota Semarang. Panitia perayaan Cap Go Meh tidak ingin acara ini ditunggangi kepentingan segelintir orang dengan berita bohong atau hoax.

VIDEO Puluhan Ribu Orang Saksikan Gerhana Matahari di MAJT di Kota Semarang, Rabu 9 Maret 2016
VIDEO Puluhan Ribu Orang Saksikan Gerhana Matahari di MAJT di Kota Semarang, Rabu 9 Maret 2016 (tribunjateng/m sofri kurniawan)

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah, Dewi Susilo Budiharjo, mengatakan pemindahan tersebut dilakukan demi kelancaran acara.

VIDEO Lebih Dekat dengan Dewi Susilo Budiharjo Ketua PSMTI Jawa Tengah
Dewi Susilo Budiharjo Ketua PSMTI Jawa Tengah (tribunjateng/hermawan handaka)

Dia menyebut acara yang bertajuk "Pelangi Budaya Merajut Nusantara" ini merupakan budaya semarangan yang akan menampilkan beberapa tokoh agama.

Seperti Romo Aloysius Budi Purnomo, Habib Luthfi bin Yahya, Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Bhante Dhammasubho Mahathera, dan perwakillan Marga Singgih.

"Demi banyak hal kami pindahkan acara yang awalnya akan disekenggarakan di MAJT ke Balaikota pada Minggu malam besok. Perayaan Cap Go Meh ini kami terangkan bukan acara keagamaan kaum tertentu tapi budaya semarangan yang ingin kami lestarikan. Kami tidak ingin kebhinnekaan dan kerukunan umat beragama menjadi masalah karena ada berita yang tidak benar maupun orang-orang yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen ini," ujar Dewi kepada Tribun Jateng, Sabtu (18/2/2017) siang.

Di pelataran MAJT sebenarnya kawasan yang dipakai menurut Dewi hanya di sekitar parkiran dan tidak masuk ke area tempat ibadah. Namun karena info yang berkembang dibubuhi hoax maka panitia langsung memindahkan ke Balaikota Semarang di Jalan Pemuda.

Guru dan siswa mengikuti karnaval perayaan Cap Go Meh di Sekolah Karangturi, Jalan Padma Boulevard Selatan Blok F, Komplek Perumahan Graha Padma, Kota Semarang, Jumat (19/02/2016).
Guru dan siswa mengikuti karnaval perayaan Cap Go Meh di Sekolah Karangturi, Jalan Padma Boulevard Selatan Blok F, Komplek Perumahan Graha Padma, Kota Semarang, Jumat (19/02/2016). (tribun jateng/m syofri kurniawan)

"Sebelumnya kami juga sudah menyebar undangan dengan lokasi di MAJT. Namun kami ingin meralat acara kami pindah ke Balaikota. Kami harap harmonisasi kerukunan umat beragama tetap tumbuh," lanjut Dewi.

Dia mengatakan acara tidak akan ada perubahan sama sekali di Balaikota.
Akan ada dialog dari para narasumber dan pemecahan rekor MURI makan lontong cap go meh dengan peserta terbanyak.

Panitia menargetkan bisa mendatangkan 12.000 orang untuk bisa mencapai rekor itu. Soal rekor MURI ini bukan jadi yang utama bagi Dewi karena kerukunan umat beragama yang terpenting dalam perayaan Cap Go Meh ini.

"Romo Budi nantinya juga tetap akan mainkan saxophone kerukunan umat beragama dalam acara itu. Hikmah dari pemindahan ini letaknya lebih strategis dan masyarakat bisa datang ke Balaikota. Sebab acara ini gratis," kata Dewi.

VIDEO Kemeriahan Karnaval Cap Go Meh di Sekolah Nasional Karangturi Semarang
VIDEO Kemeriahan Karnaval Cap Go Meh di Sekolah Nasional Karangturi Semarang (TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN)

Mengenai isu tentang makanan yang tidak halal dan adanya sesajen, Dewi membantah. Lontong cap go meh dijamin halal dan tidak ada kandungan babi.

"Lontong cap go meh sejatinya makanan yang mencakup tujuh lauk pauk. Semuanya makanan tradisional yang umum dimakan seperti lontong, telur, udang, sambel goreng dan sebagainya. Perayaan cap go meh itu seperti halnya budaya syawalan usai lebaran. Semua orang bisa menikmati dan tidak ada ritual keagamaan tertentu di dalamnya," ungkap Dewi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved