SMK Wisudha Karya Kudus Raih Sertifikasi dari International Maritime Organization
"Nantinya, mereka akan diwisuda di kampus yang ITE Singapura," jelas Primadi....
Penulis: yayan isro roziki | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dua program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wisudha Karya, berhasil memenuhi persyaratan ketat Standards of Training Certicifation and Watchkeeping (STCW) 2010, dari International Maritime Organization.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyerahkan secara langsung sertifikasi persetujuan dari Kementrian Perhubungan, kepada SMK Wisudha Karya, Kamis (23/3/2017).
"Dengan sertifikasi ini, lulusannya akan mendapat lisensi sebagai perwira kapal untuk bekerja di atas kapal niaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Di Indonesia, SMK maritim yang meraih sertifikat ini hanya tiga, satu di antaranya Wishuda Karya ini," katanya.
Ke depan, sambung Budi, ia ingin agar 10 terbaik lulusan sekolah ini bisa melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tanpa tes, serta mendapatkan beasiswa.
"Agar lulusannya dapat menempati posisi lebih strategis, dan memberi sumangsih yang besar bagi negara," ucapnya.
Disampaikan, Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah yang sangat besar sekali.
Sementara, dunia pelayaran di Nusantara, terlebih pelayaran rakyat, hampir dapat dikatakan hanya sang Nahkoda yang mempunyai sertifikat pelayaran.
"Kita masih kekurangan sekolah maritim, oleh karena itu, kehadiran swasta bisa mengisi kekosongan itu," ujar Budi.
Selain masih kekurangan unit sekolah, menurut dia, tak banyak sekolah maritim yang mempunyai peralatan memadai.
Berdasar data Kemenhub, di Indonesia kini hanya terdapat 196 SMK Pelayaran.
Lulusan ratusan sekolah ini hanya mampu memasok 20 persen tenaga siap kerja di sektor kemaritiman, dari kebutuhan pelaut di Indonesia yang mencapai 169.000 orang.
"Kami ingin memperbanyak sekolah-sekolah vokasi, dengan bekerjasama dengan dinas terkait di daerah-daerah," ucap Budi.
SMK Wisudha Karya merupakan satu di antara beberapa sekolah kejuruan binaan Djarum Foundation, yang bekerjasama dengan lembaga perbankan di Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).
Program Director Djarum Foundation, Primadi Serad, mengatakan selain menerima persetujuan sertifikasi dari Kementrian Perhubungan, SMK Wisudha Karya juga menjalin kerjasama dengan ITE Education Services (ITEES) untuk meluncurkan program joint degree di bidang Marine Engineering.
ITEES merupakan bagian dari sekolah kejuruan di Singapura, yang konsen dalam pengenmbangan Technical an Vocational Education and Training (TVET).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menhub-budi-karya-primadi-serad_20170324_230017.jpg)