SMK Wisudha Karya Kudus Raih Sertifikasi dari International Maritime Organization
"Nantinya, mereka akan diwisuda di kampus yang ITE Singapura," jelas Primadi....
Penulis: yayan isro roziki | Editor: galih pujo asmoro
Menurut dia, lulusan dari program joint degree ini akan menerima Higher National ITECertificate, di bidang Marine Engineering.
"Nantinya, mereka akan diwisuda di kampus yang ITE Singapura," ucap Primadi.
Ditambahkan, dengan diperolehnya sertifikasi dari Kementrian Perhubungan dan juga program joint degree ini, para taruna akan memiliki kompetensi yang lebih memadai.
"Kami yakin, lulusannya akan dicari oleh perusahaan-perusahaan mapan, yang menghargai pengetahuan dan keahlian, sehingga otomatis lulusan program ini akan mendapat penghasilan yang lebih tinggi," imbuhnya.
Usai penandatangan Memory of Understanding (MoU) antara SMK Wisudha Karya, dan ITEES, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan tamu undangan diajak berkeliling ke lingkungan sekolah.
Utamanya, di ruang Full Mission Bridge Simulator.
Saat ini, SMK Wisudha Karya merupaka satu-satunya sekolah menengah kejuruan yang mempunyai fasilitas canggih Clas A Full Mission Bridge Simulator.
Turut hadir dalam acara ini, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar; Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono; Bupati Kudus, Musthofa, dan para tamu undangan lainnya.
Sebelum penandatangan kerjasama, 30 anggota paduan suara SMK Wisudha Karya, menyanyikan lagu kebangsaan dari tiga negara: Indonesia, Jepang, dan Singapura.
"Meski Kudus tak punya laut, SMK ini akan menjadi garda depan pendidikan kemaritiman, dan melahirkan pelaut-pelaut handal," ucap Musthofa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menhub-budi-karya-primadi-serad_20170324_230017.jpg)