Makam Syekh Jumadil Kubro di Terboyo Makin Ramai Peziarah

Tiap hari ada sekitar 50 bus rombongan peziarah mengunjungi makam Syekh Jumadil Kubro di jalan Arteri Semarang, Kecamatan Genuk.

Makam Syekh Jumadil Kubro di Terboyo Makin Ramai Peziarah
tribunjateng/magang UIN
Makam Syekh Jumadil Kubro di jalan Arteri Yos Sudarso Kecamatan Genuk Kota Semarang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Makam Syekh Jumadil Kubro ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Tiap hari ada sekitar 50 bus rombongan peziarah mengunjungi makam Syekh Jumadil Kubro di jalan Arteri Semarang, Kecamatan Genuk. Tempat parkir makin padat saat hari Sabtu atau Minggu.

Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro terdapat di jalan arteri Yos Sudarso No 1 Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk Kota Semarang, tepatnya di dekat pintu keluar Tol Semarang Timur.

Hamdan (60) selaku pengelola makam bidang kerohanian mengatakan, saat ini pengunjung makin ramai hingga tempat parkir tidak mencukupi. Waliyullah Syekh Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai nenek moyang Walisongo.

Makam Syekh Jumadil Kubro di jalan Arteri Yos Sudarso Kecamatan Genuk Kota Semarang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Makam Syekh Jumadil Kubro di jalan Arteri Yos Sudarso Kecamatan Genuk Kota Semarang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. (tribunjateng/magang UIN)

Diterangkan, Syekh Jumadil Kubro (Qubro) punya dua versi silsilah yang keduanya berujung pada keturunan Rasulullah SAW. Kakek buyutnya bertemu pada Syeikh Jamaluddin al Husain al Akbar dan Syekh Jamaluddin Akbar dari Gujarat. Semua pendapat mengenai biografi dan siapakah Syekh Jumadil Kubro adalah sosok penyebar agama Islam pada masa sebelum Walisongo.

Makam Syekh Jumadil Kubro di jalan Arteri Yos Sudarso Kecamatan Genuk Kota Semarang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Makam Syekh Jumadil Kubro di jalan Arteri Yos Sudarso Kecamatan Genuk Kota Semarang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. (tribunjateng/magang UIN)

Makam ini dikelola yayasan Syeikh Jumadil Kubro sejak tahun 1995. Lokasi makam bersebelahan dengan permukiman penduduk.

Pujianto (56) seorang petugas parkir mengaku kewalahan karena banyak bus rombongan tiap hari berdatangan hingga tempat parkir penuh. (tribunjateng/ali zainul sofan mahasiswa magang UIN)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved