Mengapa Ada 4 Golongan Darah dan Apa Perbedannya? Berikut Penjelasannya
Jika Anda pernah membutuhkan transfusi darah atau mendonorkan darah, pasti Anda ditanyai golongan darah Anda.
TRIBUNJATENG.COM - Jika Anda pernah membutuhkan transfusi darah atau mendonorkan darah, pasti Anda ditanyai golongan darah Anda.
Dulunya, manusia mengira semua darah sama saja.
Namun nyatanya darah memiliki empat jenis darah dan transfusi antar golongan darah bisa mematikan.
Tubuh kita mengandung triliunan sel darah merah.
Setiap sel darah dilingkupi oleh protein dan gula yang diwariskan oleh orangtua.
Perbedaan golongan darah A, B, O, dan AB ini dibedakan berdasarkan lapisan gula pada sel darah merah kita.
Bukan hanya A, B, AB, dan O, kita juga memiliki rhesus positif atau negatif.
Positif atau negatif ini berdasarkan apakah sel darah merah kita memiliki protein rhesus tersebut.
Jadi, seluruh golongan darah yang ada adalah A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+, dan O-.
Sebenarnya ada 30 jenis penggolongan sistem darah dalam tubuh kita.
Namun, sistem ABO adalah yang paling sering digunakan di seluruh dunia.
Golongan darah A memiliki antigen A di sel darah merah dan antibodi anti-B pada plasma.
Golongan darah B memiliki antigen B dan antibodi anti-A.
Golongan darah AB memiliki antigen A dan B, namun tidak punya antibodi.
Sedangkan golongan darah O tidak punya antigen, namun punya antibodi anti-A dan anti-B dalam plasma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kantong-darah_20161202_225957.jpg)