Mengapa Ada 4 Golongan Darah dan Apa Perbedannya? Berikut Penjelasannya
Jika Anda pernah membutuhkan transfusi darah atau mendonorkan darah, pasti Anda ditanyai golongan darah Anda.
Kombinasi antigen dan antibodi ini menunjukkan jenis darah apa yang bisa dipertukarkan secara aman untuk sejumlah prosedur medis.
Penemuan Landsteiner ini membuatnya mendapatkan hadiah nobel di tahun 1930.
Tak hanya menemukan golongan darah A, B, AB, dan O, ia juga melakukan eksperimen dengan darah monyet untuk melihat sistem rhesus.
Jadi sistem rhesus positif dan negatif yang sekarang kita miliki ini merupakan hasil karya Landsteiner juga.
Untuk urusan kelangkaan, tentu kita semua tahu golongan darah yang paling langka adalah AB.
Sedangkan golongan darah yang paling banyak dimiliki adalah O+.
Golongan kedua terbanyak adalah A+.
Contohnya, di Australia 40 persen penduduknya bergolongan darah O+ dan 31 persen penduduknya bergolongan A+.
Orang dengan golongan darah O negatif dikenal sebagai pendonor universal.
Sebabnya adalah sel darah mereka tidak mengandung gula seperti yang dimiliki oleh golongan darah A atau B.
Golongan darah O+ juga tidak memiliki antigen RhD.
Jadi, dia tidak akan menimbulkan reaksi apapun.
Unit gawat darurat dan sejumlah ambulance biasanya membawa stok darah O- karena pada saat darurat, darah inilah yang paling aman untuk diberikan pada pasien dengan golongan darah tidak diketahui.
Sayang, golongan darah tipe O- ini cukup langka sehingga stok darah ini tidak bisa dihabis-habiskan.
Contohnya di Australia hanya 9 persen penduduk saja yang golongan darahnya O-.
Perbedaan golongan darah rupanya juga menunjukkan kemungkinan kita terkena penyakit tertentu.
Contohnya, penyakit maag lebih sering ditemukan pada orang bergolongan darah O.
Namun, kanker perut lebih sering ditemukan pada orang bergolongan darah A. (Intisari-Online)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kantong-darah_20161202_225957.jpg)