Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kulit Sampah Kok Dijadikan Minuman? Ini Kisah Marsiyem Hadapi Cemoohan. Kini Usahanya Menggurita

Di awal usahanya memproduksi kulit manggis menjadi produk minuman, Marsiyem sudah mengalami banyak kendala

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Pengusaha produksi minuman Maristhone dari kulit manggis 

TRIBUNJATENG.COM - Di awal usahanya memproduksi kulit manggis menjadi produk minuman, Marsiyem sudah mengalami banyak kendala. Mulai dari nama produk yang diklaim orang lain hingga cemoohan.

Bagaimana upaya Marsiyem menjalankan usahanya produk yang diberi nama Maristhone? Berikut wawancara Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin dengan produsen Maristhone, Marsiyem, beberapa waktu lalu.

Bagaimana awal punya ide memproduksi kulit manggis menjadi produk minuman?

Awalnya ada teman pulang dari Jepang membawa buku tentang manggis yang di dalamnya menyebutkan bahwa manggis banyak khasiatnya. Kemudian saya bersama beberapa warga mencoba membuat sesuatu dari bahan manggis itu, khususnya kulitnya. Kebetulan desa saya Somongari adalah desa sentranya buah manggis.

Apakah awal produksi sudah membuat nama produk yaitu Maristhone?

Awalya merek usaha ini adalah Gisthone dan sudah beredar di pasaran selama 1 tahun. Tapi saya belum daftarkan merek. Lalu merek Gisthone diambil orang sehingga terpaksa saya harus ganti menjadi Maristhone. Brand itu kini sudah saya patenkan.

Bagaimana awal memproduksi olahan kulit manggis ini?

Saya awalnya membuat minuman dulu. Kemudian saya tawarkan ke teman-teman bahkan sampai ke pegawai kecamatan. Saat itu, suami masih menjabat sebagat kepala desa, jadi banyak yang kenal. Saat menawarkan minuman dari kulit manggis itu, saya sempat dicemooh banyak orang. Katanya sampah kulit kok buat minuman.

Bagaimana menanggapi cemoohan banyak orang di awal membangun usaha ini?

Saya hanya bisa tersenyum. kalau saya bisa jualan dan laku, saya akan senang. Syukur saya bisa mengobati orang-orang yang sakit dengan minuman dari kulit manggis. Itu merupakan kebanggaan tersendiri buat saya, artinya saya bisa memberi pencerahan kepada sesama umat manusia.

Lalu, ada saudara yang kebetulan kerja di Kementerian Pertanian (Kementan) yang pulang ke Purworejo. Saya tawari, dan dia merespons bagus. Saya malah disarankan untuk segera mengurus ijin produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Dari situ saya semangat dan langsung mengurus ke Dinas Kesehatan Purworejo. Tanggapan dari Dinas juga bagus. Proses izinnya juga cepat.

Kapan pertama kali melakukan produksi Maristhone?

Awal membuat minuman itu pada Oktober 2013. Saya awalnya mencoba hanya 5 kuintal buah manggis segar. Saya menggunakan alat manual, seperti sendok, pisau, panci untuk wadah, dan lainnya. Kulit manggis segar diambil daging kulitnya saja. Kemudian dibuat serbuk kulit manggis. Untuk jadi minuman, kulit manggis saya rebus sampai lama sehingga sampai berwarna coklat.

Apa kendala dalam dialami dalam menjalankan usaha ini?

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved