Danamon dan Yayasan Danamon Peduli Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Sertifikasi Halal
Peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan merupakan salah satu dari bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pasar rakyat.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) mengadakan sosialisasi dan pelatihan sertifikasi halal untuk UKM Kuliner dengan melibatkan 50 pelaku UKM Kuliner di Kota Balikpapan.
Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Balikpapan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan serta Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI Kalimantan Timur.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dan dihadiri oleh Staff Ahli Walikota Bidang Sosial, Diah Muriani, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan, Doortje Sorta Susani Marpaung, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Balikpapan Djaelani, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi, dan Danamon Region Head Area Kalimantan, Eka Dinata.
Sejak 2015, Danamon Peduli bekerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan menjalankan program kemitraan revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) yang meliputi dukungan fisik dan non fisik dari pasar rakyat.
Peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan merupakan salah satu dari bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pasar rakyat.
“Danamon Peduli menyadari bahwa mendukung keberadaan dan pengembangan UKM, khususnya kuliner, sama pentingnya dengan mendukung keberadaan pasar rakyat di Kota Balikpapan. Hal ini disebabkan karena pelaku UKM Kuliner merupakan salah satu konsumen terbesar yang berbelanja bahan baku dari pasar rakyat,” kata Restu Pratiwi, dalam rilisnya, Selasa (4/4/2017).
Melalui sosialisasi dan pelatihan sertifikasi halal, ia berharap bisa mendorong UKM Kuliner Balikpapan untuk mampu masuk ke pasar global yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN, sekaligus mendorong perkembangan pasar rakyatnya.
Ia menuturkan, sosialisasi itu bertujuan untuk menambah wawasan pelaku UKM tentang pentingnya produk kuliner bersertifikasi halal, karena melalui proses pengadaan dan pembuatan yang beretika, sehat dan baik dengan ruang lingkup pengecekan yang mencakup zat yang dikandung, proses penanganan, produksi dan cara mendapatkan, dan dampak lingkungan.
Selain menggunakan syariat Islam, proses sertifikasi halal juga memperhitungkan aspek kesehatan, seperti kemurnian bahan baku (bukan oplos), penggunaan pengawet yang tidak ramah kesehatan seperti pestisida, insektisida dan bahan berbahaya lainnya, penggunaan pewarna makanan dan minuman, hingga pengawasan proses yang higienis.
“Danamon Peduli mendukung penuh pencanangan Kota Balikpapan menjadi salah satu Kota Halal di Indonesia. Hingga kini ada lebih dari 168 perusahaan, termasuk pelaku UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal di kota Balikpapan. Kesuksesan Balikpapan Kota Halal adalah komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Restu Pratiwi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/danamon-peduli_20170404_152212.jpg)