Harlah NU di Kendal, Warga Nahdliyin Minta Pemerintah Batasi Ruang Gerak HTI dan Wahabi
Harlah NU di Kendal, Warga Nahdliyin Minta Pemerintah dan Polri Batasi Ruang Gerak HTI dan Wahabi serta aliran garis keras
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah membanjiri alun-alun Kabupaten Kendal untuk memeringati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-94, Jumat (7/4/2017). Selain dihadiri sejumlah ulama dan pengurus besar NU, acara tersebut juga melibatkan 450 santri penghafal Alquran atau hafizh.
Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial Rouyyan dalam tausiyahnya menegaskan bahwa warga NU di Kendal menolak hadirnya gerakan Khilafah yang diusung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
"Kami meminta pihak kepolisian dan pemerintah untuk membatasi ruang gerak kelompok radikal seperti HTI, Wahabi dan kelompok garis keras lain," imbaunya.
Danial juga meminta warga NU agar tidak terpengaruh suhu politik di Jakarta saat ini.
Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur, Bupati Kendal Mirna Annisa berharap kegiatan harlah NU bisa mempererat silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah diantara sesama.
"Kita ketahui saat ini banyak peristiwa yang berpotensi memecah belah NKRI, harlah menjadi tonggak sejarah NU yang memiliki prinsip jati diri memberikan kontribusi bagi nusa bangsa dan negara. Saya ucapkan selamat atas lahirnya NU, " terangnya.
Sementara itu panitia acara Muhammad Mustamsikin menambahkan selain semaan Alquran, rangkaian Harlah NU di Kabupaten Kendal juga akan dimeriahkan hiburan musik gambus pada malam hari dan Sabtu (8/4) pagi digelar jalan sehat serta bazaar UMKM. "Jalan sehat nanti akan diikuti 20 ribu peserta dengan hadiah utama dua sepeda motor," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/harlah-nu-di-kendal_20170407_203026.jpg)