Rikwanto: Anggota DPRD Pasuruan dari PKS Bukan Ditangkap Namun Dijemput
Nadir dan Budi Mastur hanya berniat untuk menyalurkan dana bantuan ke pengungsi Suriah di Turki dan Lebanon. "Bukan ditangkap namun dijemput,"
Kepala Biro Penerangan Mabes Polri, Brigjen Rikwanto menuturkan, Nadir dan Budi Mastur hanya berniat untuk menyalurkan dana bantuan ke pengungsi Suriah di Turki dan Lebanon. "Bukan ditangkap namun dijemput," ujar Rikwanto, Minggu (9/4).
Keduanya berniat menyalurkan dana 20 ribu dolar AS atau setara Rp 266,9 juta kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon. Kedua WNI itu masuk ke wilayah Suriah dalam kapasitas sebagai relawan misi kemanusiaan, Yayasan Qoiru Umah.
Sebelumnya, otoritas Turki mendeportasi Nadir dan Mastur, Kamis (6/4). Keduanya bertolak ke Lebanon, pada 4 April 2017. Sesampai di Lebanon terkendala visa dan kemudian dikembalikan ke Istanbul, Turki. Sampai di Istanbul mereka diketahui pernah memasuki daerah perbatasan dengan Suriah sehingga diamankan petugas Imigrasi Turki.
Menurut Rikwanto, setiap deportan yang berhubungan dengan Turki maupun informasi radikal dari pemerintah lain, diberitahukan kepada Densus 88 Antiteror untuk dilakukan pemeriksaan.
"Hasil interogasi keduanya, motivasi masuk ke wilayah perbatasan Suriah terkait misi kemanusiaan, sebagai sukarelawan dari Yayasan Qoiru Umah," jelas Rikwanto.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangare mengungkapkan, Nadir Umar diamankan sesaat setelah turun dari pesawat Air Asia XT 327 penerbangan Kuala Lumpur‑Surabaya di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sabtu, pukul 16.30.
Tak menyimpang
Kabar penangkapan Nadir Umar cepat menyebar. Rumahnya di Kelurahan Krisikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, tampak sepi. Rumah bercat putih tampak tak berpenghuni. Tidak ada tanda aktivitas apapun di rumah nomor 263 ini. Rumah ini tertutup rapat. Gorden menutupi jendela, gerbang rumah juga digembok.
Di lingkungan rumahnya, Umar dikenal sebagai sosok yang baik. Ia jadi panutan anak‑anak di sekitar rumahnya. "Dia sering menjadi guru ngaji di sini. Mengajarkan Alquran kepada anak-anak kecil," kata tetangga rumahnya, Umar.
Umar mengatakan, Nadir tidak berbuat aneh‑aneh. Menurutnya, Nadir tidak pernah membuat onar atau bahkan perbuatan yang mencurigakan. "Saya pastikan ajaran yang diberikan Nadir tidak menyimpang," terangnya.
Ketua RT 02 RW 03, M Yusuf Bahri mengatakan, rumah itu kosong sejak dua hari lalu. "Saya tidak tahu mereka pergi ke mana. Biasanya mereka pergi tidak lama," katanya.
Yusuf menjelaskan, selama ini Nadir dikenal sangat baik. Nadir sempat membantu proses bantuan untuk pembangunan jalan di Kelurahan Krisikan. "Jalan dis ini yang bangun pemerintah atas bantuan dan masukan Pak Nadir," ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, mengaku kaget saat mengetahui informasi mengenai penangkapan Nadir. "Dia anggota dewan. Tapi saya tidak tahu apa pokok permasalahannya, dan apa penyebabnya," katanya.
Ia menegaskan, kepergian yang bersangkutan ke luar negeri bukan urusan dinas. Artinya, tidak ada agenda DPRD Kabupaten Pasuruan ke luar negeri.
"Bahkan, sekarang kami (anggota DPRD) sedang persiapan untuk finalisasi pengesahan sejumlah perda. Saya rasa itu bukan kepentingan dinas, dan lagi‑lagi saya tidak tahu apa tujuannya ke luar negeri," katanya. (Tribun Network/Surya/lih/coz/den)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/muhammad-nadir-umar_20170410_113308.jpg)