Pekerja Proyek Perumahan Temukan Yoni Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Wilayah Kabupaten Semarang merupakan lokasi persebaran benda-benda cagar budaya peninggalan masa Hindu-Budha.
Penulis: suharno | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sebuah benda peninggalan masa Mataram Kuno dievakuasi dari lokasi proyek pembangunan perumahan di lingkungan Gandekan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.
Benda bersejarah tersebut berbentuk yoni.
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Ngatno, mengatakan yoni itu merupakan perwujudan Dewi Parwati, istri Dewa Shiwa.
"Yoni yang ditemukan di Gandekan ini diperkirakan dari abad IX atau X pada masa Mataram Klasik," ujar Ngatno, Minggu (16/4/2017).
Biasanya benda-benda lain seperti Nandi (patung sapi) dan bebatuan alas candi ditemukan dalam satu paket yoni sebagai tempat persembahyangan.
"Nandi dan batu-batu dudukan candi biasanya ada tapi di sini tidak ada. Yoni di Gandekan ini juga sudah ada pecahannya," kata Ngatno.
Baca: Yoni Bersejarah Itu Tak Jadi Dipindahkan ke Museum, Begini Alasannya
Penemuan yoni, Sabtu (15/4/2017), saat para pekerja proyek mengeruk tanah.
Mereka melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta Lurah yang kemudian meneruskannya hingga ke BPCB.
Menurut Ngatno, wilayah Kabupaten Semarang merupakan lokasi persebaran benda-benda cagar budaya peninggalan masa Hindu-Buddha.
Hampir di setiap kecamatan ditemukan benda-benda purbakala ini.
"Pada 2014 lalu, warga juga menemukan yoni di Harjosari saat ada pengerjaan proyek pembangunan gudang," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/yoni-kabupaten-semarang_20170416_173128.jpg)