Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Anda Tahu Jenitri? Ini Dia Hasil Tani Kebumen Dibeli Mahal oleh Warga India dan Tiongkok

Anda Tahu Jenitri? Ini Dia Hasil Tani Kebumen Dibeli Mahal oleh Warga India dan Tiongkok

Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/khoirul muzaki
Ratusan pohon jenitri tumbuh rindang di pekarangan warga desa Karangjambu, Sruweng Kebumen. Keberadaannya membuat semilir udara desa. Butir-butir buah jenitri dibeli mahal oleh warga India atau Tiongkok 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Ratusan pohon jenitri tumbuh rindang di pekarangan warga desa Karangjambu, Sruweng Kebumen. Keberadaannya membuat semilir udara desa.

Sunarto selesai menyemproti beberapa tanaman jenitri yang berusia muda di pekarangannya. Ia sedang menanti masa petik buah jenitri dari sepuluh pohonnya yang menginjak usia 3 tahun.

"Banyak warga beralih tanam jenitri karena harganya tinggi," kata Sunarto, petani jenitri dari desa Karangjambu, Sruweng Kebumen, Jumat (21/4).

Di desa Karangjambu, hampir setiap warga menanam jenitri, baik di ladang maupun pekarangan.

Sunarto tak mengetahui sejak kapan tanaman itu mulai tumbuh di desanya.
Konon, kata dia, tanaman itu ditanam pertama kali oleh warga India di wilayah Kebumen, puluhan tahun lalu.

Ratusan pohon jenitri tumbuh rindang di pekarangan warga desa Karangjambu, Sruweng Kebumen. Keberadaannya membuat semilir udara desa. Butir-butir buah jenitri dibeli mahal oleh warga India atau Tiongkok
Ratusan pohon jenitri tumbuh rindang di pekarangan warga desa Karangjambu, Sruweng Kebumen. Keberadaannya membuat semilir udara desa. Butir-butir buah jenitri dibeli mahal oleh warga India atau Tiongkok (tribunjateng/khoirul muzaki)

Kala itu, jenitri masih asing di telinga petani. Tak dinyana, buah yang tak begitu laku di pasar domestik itu rupanya sangat diburu bagi Warga Negara Asing (WNA).

Sejak tahun 1980 an, kata Sunarto, WNA asal India sudah mulai berdatangan ke desa untuk membeli jenitri langsung dari petani. Mereka disebut buyer.

Di India, jenitri yang sudah berbentuk kalung dipakai untuk sarana ibadah umat.

"Di India setiap ibadah katanya wajib ada jenitri. Pemasoknya dari Indonesia dan Nepal," katanya

Dalam perkembangannya, WNA asal Tiongkok ikut meramaikan bisnis jenitri. Mereka berani membeli dengan harga mahal. Di Tiongkok, kata Sunarto, selain dipakai untuk sembahyang, jenitri dibuat perhiasan.

Karena tidak untuk konsumsi, tidak ada standar harga dalam setiap transaksi. Setiap biji jenitri memiliki kualitas berbeda-beda sesuai penilaian buyer.

Biji jenitri dengan mutu bagus bisa dihargai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per butir oleh buyer.

Sedangkan biji berkualitas rendah harganya bisa turun drastis sampai Rp 5 ribu perkilogram.

Salah satu penentu kualitas jenitri terletak pada keunikan motif dan jumlah garis pada biji jenitri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved