Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BAHAYA, Hingga Kini Perlintasan Kereta Api di Jalan Stasiun Jrakah Tak Ada Palang Pintu

BAHAYA, Hingga Kini Perlintasan Kereta Api di Jalan Stasiun Jrakah Tak Ada Palang Pintu. Kemudian warga secara sukarela menjaga perlintasan itu

Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
tribunjateng/budi susanto
BAHAYA, Hingga Kini Perlintasan Kereta Api di Jalan Stasiun Jrakah Tak Ada Palang Pintu. Kemudian warga secara sukarela menjaga perlintasan itu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak terlihat palang pintu di perlintasan kereta api di jalan Stasiun Jrakah Krapyak Semarang Barat.

Beberapa orang yang melintas tampak berhati-hati tengok kanan kiri saat melewati perlintasan kereta api tersebut.

Menurut Istiharoh (50) warga sekitar, sejak ada kecelakaan antara pengemudi sepeda motor dengan kereta api akibat tidak adanya palang pintu, warga kemudian berinisiatif menjaga perlintasan secara sukarela.

"Dua tahun yang lalu terjadi kecelakaan antara pengemudi sepeda motor dengan kereta api karena tidak ada palang pintu," ujar Istiharoh (50) warga jalan Stasiun Jrakah RT 05 RW 02 Krapyak Semarang Barat, Selasa (25/4/2017).

BAHAYA, Hingga Kini Perlintasan Kereta Api di Jalan Stasiun Jrakah Tak Ada Palang Pintu
BAHAYA, Hingga Kini Perlintasan Kereta Api di Jalan Stasiun Jrakah Tak Ada Palang Pintu (tribunjateng/budi susanto)

Wanita yang sudah puluhan tahun tinggal di daerah tersebut mengaku ketiadaan palang pintu membuat warga cemas.

"Terutama yang memiliki anak sekolah, karena di sekitar sini ada dua SMP yaitu SMPN 31 Semarang dan SMP Karangturi,. Kan kebanyakan mereka berangkat dan pulang sekolah melewati perlintasan kereta," sambungnya.

Ia juga menambahkan karena kecemasan masyarakat sekitar warga sampai menjaga perlintasan kereta api secara sukarela.

"Yang jaga gantian dari warga sini. Meraka melakukan secara sukarela tanpa dibayar. Sudah dijaga warga saja masih ada pengendara sepeda motor yang trauma. Karena motor yang dikendarai mogok di tengah perlintasan, hingga di dorong bersama-sama padahal kereta sudah terlihat. Tapi beruntung tidak terjadi kecelakaan," imbuh Istiharoh.

Sementara itu, Hartini (45) mengatakan warga sudah mengajukan terkait pembangunan palang pintu perlintasan kereta api hingga kini tidak ada kelanjutannya.

"Saya tidak tahu bagaimana prosesnya, tapi yang saya tahu, warga sudah mengajukan agar perlintasan diberi palang pintu, tapi hingga kini tidak ada kelanjutannya," tuturnya.

Hartini berharap perlintasan kereta api di jalan Stasiun Jrakah segera diberi palang pintu agar masyarakat tidak cemas jika melewati perlintasan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved