Kisah Chairil Anwar, Satrawan Tenar Yang Pernah Curi Sepeda, Jaket Hingga Sprei
“Apa yang pertama kali dilakukan Chairil saat tiba di Batavia?” tanya Hasan Aspahani yang memantik diskusi pada sebuah acara Bincang Sore.
Dan, dia juga ditakdirkan tak berumur panjang.
Lengkaplah segala penderitaan Chairil.
“Chairil sejatinya seorang yang perlente,” ungkap Hasan.
Bukan seorang yang berkepribadian kuyu dan kusut.
Pada akhirnya, dia terpaksa kuyu dan kusut lantaran sang ayah tidak bisa mengirimkan uang kepadanya.
“Akhirnya dia menjadi bohemian. Mencuri sepeda, jaket, sprei, ditangkap kempetai, dipukulin, dimasukin penjara, lalu ke luar lagi, tetap saja begitu," tambahnya.
Lalu, apa yang pertama kali dilakukan pemuda itu setibanya di Batavia, jelang Hindia Belanda tamat?
“Bikin jas!”
Hasan menambahkan, betapa hebatnya Chairil karena memesan jas di Pendjahit Djumala, salah satu penjahit tersohor di Batavia yang juga membuat jas pesanan Sukarno.
Boleh dikata, dalam perkara busana, Charil memang seorang anak sekolah yang flamboyan.
Kawan semasanya mengenangnya sebagai seorang pemuda yang kerap mentraktir dan mengencani gadis-gadis papan atas sembari nonton film atau menyaksikan pentas sandiwara kota.
“Hobinya memang pesta,” imbuh Hasan. “Itulah Chairil.” (National Geographic Indonesia/Mahandis Yoanata Thamrin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/chairil-anwar_20170428_220441.jpg)