Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tahanan Kabur

MENCENGANGKAN, Ternyata di Rutan Ini BAB Bayar, Besuk Bayar, Pindah Bayar, Tidur juga. . .

MENCENGANGKAN, Ternyata di Rutan Ini BAB Bayar, Besuk Bayar, Pindah Bayar, Tidur juga. . .

Editor: iswidodo
tribunpekanbaru
Ratusan tahanan dipindahkan dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru 

TRIBUNJATENG.COM, PEKANBARU - Kaburnya ratusan tahanan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pekanbaru, Jumat (5/5), menguak berbagai penyimpangan yang terjadi di Rutan ini.

Satu di antaranya adalah persoalan dugaan pungutan liar. Hal ini menggambarkan betapa besarnya bisnis ilegal yang terjadi di rumah tahanan ini.

H Usman misalnya, orangtua dari salah satu tahanan yang ada di rutan ini membeberkan praktek-praktek pungutan liar yang ia ketahui.

Misalnya saja untuk memindahkan tahanan ke ruang tahanan bagi anaknya ia harus merogoh kocek hingga Rp 7 juta.

Suasana Rutan Sialang Bungkuk di Pekanbaru berangsur kondusif setelah ratusan tahanan kabur
Suasana Rutan Sialang Bungkuk di Pekanbaru berangsur kondusif setelah ratusan tahanan kabur (tribunpekanbaru)

Mengingat ruangan tempat anaknya ditahan sangat tidak layak yang berisi hingga 80 orang. Padahal ruangan tersebut diperuntukkan untuk belasan tahanan saja.

"Supaya anak saya bisa pindah ruangan saya harus bayar tujuh juta. Kalau tidak bayar kasihan anak saya, tidur saja tidak bisa," kata Usman.

Tidak hanya berhenti di situ, menurutnya masih banyak praktek pungutan liar lainnya. Misalnya, saat keluarga tahanan membesuk, menurutnya jika ingin proses besuk tidak perlu mengantre dan berlangsung lama harus membayar sebesar Rp 50.000.

Namun demikian, uang tersebut memang tidak diberikan langsung kepada petugas melainkan kepada Tamping (Napi yang membantu petugas rutan, red).

"Kalau mau membesuk itu kan kita harus mengantre, ya kalau mau cepat harus bayar. Waktu besuk juga dibatasi dan kalau mau lama bayar lagi. Bervariasi ada yang Rp 20 ribu ada yang Rp 50 ribu," jelasnya.

Tribun juga mendapatkan pengakuan dari keluarga tahanan lainya, Erlinda. Menurutnya ia juga harus membayar sebanyak Rp 2.500.000 supaya sang adik yang terjerat kasus pencurian mendapatkan ruangan yang lebih layak.

Ratusan tahanan dipindahkan dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru beberapa saat setelah ratusan tahanan kabur dari rutan tersebut
Ratusan tahanan dipindahkan dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru beberapa saat setelah ratusan tahanan kabur dari rutan tersebut (tribunpekanbaru)

"Kasihan ruangan sebelumnya padat. Jadi, kalau mau pindah yang lebih longgar ruangannya harus bayar. Saya bayar Rp 2,5 juta," katanya.

Keluarga tahanan lainnya, Sudirman mengatakan mekanisme dan prosedur yang terjadi di Rutan Sialang Bungkuk sudah seperti disetting menjadi bisnis besar di balik penjara. Belum lagi pelayanan tidak maksimal yang terjadi di dalam rutan.

"Di dalam itu airnya kotor, anak saya sampai berkudis. Tapi, saya mau antarkan obat yang ukuran kecil supaya kudisnya sehat saja tidak boleh. Belum lagi makanannya. Artinya pelayanannya sangat tidak manusiawi. Kami minta tolong ini yang diperhatikan. Kami tahu anak kami bersalah, namun seharusnya tahanan ini kan dibina dan bukan diperlakukan tidak manusiawi seperti ini," jelasnya.

Untuk itu, dia meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM Riau tidak tinggal diam dengan persoalan yang terjadi di Rutan Sialang Bukuk Kelas IIB Pekanbaru ini. Dari pantauan Tribun, dugaan praktek pungli yang terjadi ini berbanding terbalik jika melihat sejumlah spanduk yang bertuliskan stop pungli di kawasan rutan.

=========================================
= Kaburnya ratusan napi di Rutan Kelas IIB Pekanbaru, Jumat (5/5), membuka berbagai penyimpangan yang terjadi di Rutan ini.
= Orangtua penghuni rumah tahanan mengaku harus membayar sejumlah uang agar anaknya dipindah ke ruang tahanan yang lebih baik.
= Oknum di Rutan juga memungut biaya untuk para pembesuk yang ingin menengok keluarganya di Rutan.
=========================================

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved