Novel Baswedan Diserang
Polisi Kembali Lepas Terduga Penyerang Novel Baswedan
Teka‑teki kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, mulai tersibak
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA ‑ Teka‑teki kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, mulai tersibak.
Tim gabungan dari penyidik Polda Metro Jaya dan Mabes Polri mulai mendapatkan petunjuk mengenai pelaku setelah mendapatkan keterangan dari Novel di Singapura. Novel memberikan satu foto orang yang diduga menjadi penyiram air keras ke arah mukanya.
Awalnya, pihak kepolisian mendatangi Singapore National Eye Centre (SNEC) tempat Novel dirawat, di Singapura.
Namun, mereka tidak mendapatkan izin dari pihak dokter untuk menanyai Novel karena faktor kesehatannya.
"Sampai di sana, dokter belum memberikan izin dan pemeriksaan BAP juga belum bisa," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/5).
Akhirnya, pihak kepolisian mencoba melobi rumah sakit untuk bisa berkomunikasi dengan Novel meski sebentar. Pihak kepolisian pun diizinkan untuk berkomunikasi dengan Novel.
Saat itu Novel memberikan satu foto orang yang dicurigainya sebagai pelaku penyerangan. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat mencari orang yang diduga pelaku.
Pada Selasa (9/5) malam, polisi menangkap seorang yang diduga pelaku berinisial AL (30). "Setelah kami periksa, AL ini adalah karyawan sekuriti spa di Jakarta," ujar Argo.
Namun polisi melepaskan warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tersebut. Setelah dimintai keterangan selama 1x24 jam, polisi tak menahan AL karena tak terindikasi pelaku penyerangan Novel. Meski begitu, polisi akan mencari bukti lainnya untuk pendalaman keterangan AL. "Sedang kami cek alibinya. Kami tidak menahan yang bersangkutan," jelas Argo.
Saat ini AL masih berstatus sebagai terduga. Kepada petugas, AL mengaku memiliki jadwal kerja yang cukup padat. Ia berangkat pada pukul 15.00 dan pulang pukul 00.00. Ketika jam masuk kerja pada pukul 17.00, dia akan kembali setelah tamu pulang.
Salah satu alibi AL yang akan didalami penyidik yakni kegiatan AL dari tanggal 10-11 April. Pada 10 April, AL mengaku hanya berada di rumah.
"Dia di rumah nonton TV dengan saudaranya.Kemudian, tanggal 11 April, AL pada pukul 12 siang masuk kantor," tambah Argo.
Menurut Argo, polisi juga akan menelusuri keberadaan AL ke pihak kantornya. Selain itu, pengecekan lewat IT juga dilakukan.
Pemeriksaan alibi AL, kata Argo, jadi unsur yang penting bagi penyidik untuk menyingkap kasus ini.
Hal lain yang terungkap adalah bahwa AL masih bersaudara dengan dua saksi, yang sempat dicurigai sebagai pelaku penyerangan Novel, M dan H. Namun M dan H tidak terbukti sebagai pelaku penyerangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/novel-baswedan-menjalani-perawatan-di-jakarta-eye-center_20170423_091129.jpg)