Berkat Cakruk Baca, Eko Sanyoto Diundang Presiden dan Dirindukan Anak-anak Kampung
Berkat Cakruk Baca, Eko Sanyoto Diundang Presiden dan Dirindukan Anak-anak Kampung
Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Waktu sudah siang. Jadi tugas Eko Sanyoto Nugroho (39) untuk segera merapikan buku-buku di ruang perpustakaan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Persipda) Kota Salatiga.
Setelah pekerjaan selesai, Eko pustakawan yang berada di Bagian Sirkulasi Dinas Persipda Kota Salatiga itu pun mulai berbenah diri untuk pulang ke rumahnya di Dusun Demangan Rt 10 Rw 04 Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.
Tepat pukul 15.00, dia pun mulai tancap gas mengendarai sepeda motor. Setidaknya butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan menuju ke rumahnya. Hari itu, dia bergegas pulang karena telah berjanji kepada anak-anak di dua dusun untuk datang meminjamkan beberapa buku cerita hasil oleh-oleh dari Presiden RI Joko Widodo.
Setibanya di rumah dan berganti pakaian, sembari membawa puluhan buku menuju ke sebuah gazebo yang didirikannya dan diberi nama Cakruk Baca. Di sana, sudah ada puluhan anak yang rata-rata adalah siswa setingkat SD yang telah menunggunya.
Begitu melihat Eko datang, anak-anak pun segera menyerbunya dan mengambil satu persatu buku yang dijanjikannya, buku cerita yang Eko dapat saat diundang untuk makan siang bersama Jokowi di Istana Merdeka Jakarta pada 2 Mei 2017 lalu.
“Biasanya saya setiap Sabtu ke sini bersama teman-teman untuk membaca dan meminjam buku. Kalau selain hari itu, jarang. Terkecuali kalau ada tugas sekolah, sore hari ke sini mencari buku dan juga meminjamnya ke Pak Eko,” kata Asti (10) siswa kelas 4 SD Negeri Kadirejo 02 itu.
Menurutnya, buku-buku yang disediakan Motorpustaka Cakruk Baca milik Eko Sanyoto Nugroho tersebut cukup lengkap. Bahkan, kerapkali dirinya dan beberapa teman mengerjakan tugas di gazebo berukuran sekitar 3x2 meter itu.
Sementara itu, Jumiatun (53) warga Dusun Demangan Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang itu mengapresiasi apa yang dilakukan Eko. Sembari mengasuh (momong) cucunya, dia bisa membacakan beberapa cerita dari buku yang tersedia di Cakruk Baca tersebut.
“Ramainya kalau di sini biasanya Sabtu. Selain anak-anak, juga orangtuanya ikut datang mendampingi. Selain sebagai ajang bermain, di sini bisa jadi wadah belajar anak-anak. Buku-bukunya pun banyak. Apalagi baru saja ketambahan buku dari Jokowi. Terimakasih Pak Jokowi atas oleh-oleh bukunya,” tuturnya.
Seusai sekitar satu jam di sana, Eko pun pulang ke rumah untuk menyiapkan puluhan buku yang hendak dibawanya menuju Dusun Ngancar Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Setelah siap, buku itu kemudian dia masukkan ke dalam boks yang sudah terpasang di sepeda motornya.
Setelah menempuh perjalanan yang berjarak sekitar lima kilometer, dia sampai di sebuah bale-bale milik warga dusun setempat. Kondisinya nyaris serupa seperti di Cakruk Baca Dusun Demangan. Di sana belasan anak sudah menunggunya dan segera berebut mengambil buku dari dalam boks.
Aktivitas membaca pun terlihat di sana. Bahkan ada beberapa anak yang menemui Eko untuk mengembalikan buku yang dipinjam beberapa hari lalu. Hampir sekitar satu jam di sana dan setelah anak-anak puas membaca, dirinya pun kembali ke rumahnya.
“Saya mulai aktivitas ini dan mendirikan Motorpustaka Cakruk Baca Kadirejo pada Juli 2016 lalu. Awalnya hanya 20 buku yang saya miliki. Berjalannya waktu, ada beberapa donasi yang memberikan buku dan sebagian gaji sebagai tenaga honorer di Dinas Persipda Salatiga saya belikan buku. Kini totalnya sudah sekitar 700 buku,” jelas Eko.
Ada alasan tertentu yang membuat dirinya akhirnya nekat untuk merealisasikan obsesinya di tempat tinggalnya itu. Awalnya dari yang dilihatnya di tempat lokasi dirinya bekerja. Di sana berbagai fasilitas buku yang tersedia sangat lengkap dan aksesnya pun sangat mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar.
“Semua fasilitas itu lengkap dan gratis. Seakan yang tinggal di kota sudah dimanjakan dengan itu semua. Berbanding terbalik dengan kondisi anak-anak di pedesaan seperti di sekitar tempat tinggal saya. Akses untuk memperoleh buku sangatlah sulit. Dapat dikatakan, mereka selama ini hanya memiliki akses di buku pelajaran,” ungkap suami dari Ida Wijayanti itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/berkat-cakruk-baca-eko-sanyoto-diundang-presiden-dan-dirindukan-anak-anak-kampung_20170518_144543.jpg)