Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berkat Cakruk Baca, Eko Sanyoto Diundang Presiden dan Dirindukan Anak-anak Kampung

Berkat Cakruk Baca, Eko Sanyoto Diundang Presiden dan Dirindukan Anak-anak Kampung

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
tribunjateng/deni setiawan
Berkat Cakruk Baca, Eko Sanyoto Diundang Presiden dan Dirindukan Anak-anak Kampung 

Dari kondisi itu, lanjutnya, yang kemudian mendorong untuk dirinya bergerak berusaha mendekatkan buku kepada anak-anak di perkampungan. Secara rutin dan akan berusaha selalu konsisten menjalankan aktivitas ini selama tiga hari dalam seminggu. Setiap harinya akan berkeliling dari kampung ke kampung.

“Selain ke kampung-kampung, saya juga ke beberapa sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) maupun sekolah dasar (SD) di sana. Saat ini secara rutin saya keliling bawa buku ke Dusun Ngancar Desa Kadirejo, Barukan Kecamatan Tengaran, dan Wonolelo Pabelan. Itu semua sudah saya jalani sejak Juli 2016 lalu,” ungkapnya.

Dia menuturkan, tidak sekadar membawakan buku, dalam aktivitasnya itu pula, dirinya juga kerapkali mengajak anak-anak berdiskusi yang tujuan serta harapannya dapat memancing daya imajinasi serta memberikan pengalaman berpikir analitis kepada mereka.

“Dari uraian sederhana dalam bacaan dan gambar tentunya dapat membuat anak-anak terbiasa untuk melihat suatu objek melalui perspektif mereka secara lebih luas. Mereka juga dapat semakin lebih kritis dari berbagai informasi yang mereka peroleh,” urainya.

Eko, alumni Universitas Terbuka Salatiga pada 2005 itu, secara umum memiliki harapan dari usahanya, yakni semoga dapat semakin menumbuhkan minat baca anak-anak kampung yang selama ini terkendala oleh fasilitas maupun akses. Dia berusaha optimal agar mereka tidak tertinggal dengan anak-anak yang berada di perkotaan.

“Saya senang, usaha ini secara berangsur-angsur membuahkan hasil. Anak-anak senang dengan kehadiran fasilitas ini. Mereka pun tidak lagi alergi terhadap buku. Rasa ingin tahunya pun semakin besar. Prinsipnya, dari awal itu, kini buku bisa menjadi suatu kebiasaan yang dihadapi, tak hanya bermain,” tuturnya mantan pustakawan di SMP Negeri 8 Kota Salatiga pada 2013 hingga 2015 itu. (tribunjateng/deni setiawan)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved